TULUNGAGUNG - Salah satu bakal calon kepala daerah (Bacakada) Tulungagung, Budi Setiyahadi, memang belum menentukan sikap terkait siapakah yang akan dijadikan tandem dalam mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini.
Namun, ada tiga nama yang santer terdengar akan menjadi pasangan dari pengusaha batubara tersebut.
Kepada koran ini, Budi Setiyahadi mengamini ada beberapa nama yang diisukan sedang dekat dengannya. Pada intinya, nama-nama yang muncul itu bukanlah darinya. Melainkan keinginan para relawan atau pendukung untuk memasangkannya dengan beberapa sosok lainnya.
Dia menyebut tiga nama itu mulai dari Ketua PC Muslimat NU Tulungagung, Miftachurrohmah. Kemudian ada juga Kepala Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Anang Mustofa. Sampai Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Susilowati.
“Saya belum menentukan sikap siapa yang jadi pasangan saya, karena kan prosesnya masih panjang. Intinya kalau nanti rekomendasi turunnya paket saya akan siap dipasangkan dengan siapa saja,” terang Budi, saat ditemui beberapa waktu yang lalu.
Memang, turunnya rekomendasi dari partai politik (Parpol) nanti ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah paket ditentukan oleh partai, kemungkinan keduanya adalah Bacakada bisa memilih sendiri wakilnya. Dengan dua kemungkinan itu, Budi mengaku siap-siap saja.
“Kalau ada opsi lain ya tidak apa-apa. Kan parpol memberi rekomendasi itu ada yang paket, ada yang memilih sendiri pasangannya,” ujarnya.
Sementara itu, Budi juga getol menjalin komunikasi dengan banyak parpol secara konkret berbicara terkait kendaraan politik. Setidaknya mulai dari PDI Perjuangan, Partai Golkar dan Partai Gerindra.
Komunikasi tidak hanya dilakukan dengan pengurus partai di kabupaten, melainkan juga pengurus di provinsi sampai ke pusat atau DPP masing-masing partai.
“Kalau yang bicara perahu untuk Pilkada ya dengan 3 partai itu (Pdi Perjuangan, Gerindra, Golkar). Tapi selain itu dengan partai lainnya saya juga sudah berkomunikasi,” ungkapnya.
Budi sendiri mengaku sudah setahun lebih melaksanakan terjun turun langsung ke masyarakat Tulungagung. Jika nanti sudah mendapatkan rekom, prosesnya untuk turun langsung ke masyarakat akan digencarkan lagi.
“Kalau nanti sudah dapat rekom, akan saya gencarkan lagi ke masyarakat. Karenq kalau sudah mendapat rekom itu kita ngomongnya bisa lebih enak,” katanya.
Dengan mencalonkan diri sebagai calon bupati Tulungagung, dia ingin merancang pembangunan di Kota Marmer ini untuk lebih maju lagi.
Dengan pengalaman menjadi penasehat di 7 kabupaten di Indonesia, agaknya pria tersebut memiliki pandangan merancang pembangunan yang sudah teruji.
“Saya sudah menjadi penasehat di 7 kabupaten di Indonesia, saya yakin bisa merancang pembangunan yang baik untuk Tulungagung,” tutupnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra