TULUNGAGUNG – Proses pelimpahan tiga aset keolahragaan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tulungagung memakan waktu lebih lama dari yang dijadwalkan.
Padahal proses penyimpanan aset sudah dilakukan sejak Mei lalu.
Buntutnya, sampai saat ini pemkab belum dapat melakukan efisiensi atas operasional aset.
Dalam tataran existing, ada beberapa kendala yang menghambat proses alih tangan Stadion Ngunut, Stadion Rejoagung dan GOR Lembu Peteng ke dispora.
Kondisi ini tak lepas dari proses inventarisasi berbagai item di masing-masing aset.
“Sampai saat ini masih proses. Sekarang sedang tahap inventarisasi barang,” ujar Kepala Dispora Tulungagung, Achmad Mugiyono.
Untuk diketahui, selama ini pengelolaan Stadion Ngunut berada di bawah Pemerintah Kecamatan Kedungwaru, Stadion Rejoagung di bawah Pemerintah Kecamatan Kedungwaru dan GOR Lembu Peteng di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung.
Nah, komunikasi lintas sektor bahkan sudah dilangsungkan sejak Mei lalu.
Termasuk melibatkan BPKAD guna membahas mekanisme pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD) dari tiga aset keolahragaan.
Salah satu poin yang disepakati dalam pertemuan itu adalah waktu pelimpahan. Yaitu, selama periode Mei-Juli.
Oleh sebab itu, Mamad menerangkan bahwa pertemuan lintas sektor sedang diwacanakan.
Dia berharap proses ini bisa segera dilakukan agar pemkab bisa melakukan efisiensi dalam proses pengelolaan aset keolahragaan.
“Kira-kira pelimpahannya tetap akan digelar tahun ini dan tidak sampai tahun depan. Tapi, saya tidak tahu secara pasti kapan dilaksanakan,” jelasnya.
Terlebih, saat ini Pemkab Tulungagung dan KONI sedang dalam proses mempersiapkan kontingen jelang berbagai kejuaraan tingkat daerah, provinsi, dan nasional.
Pengelolaan aset dalam satu pintu diharapkan bakal mempermudah setiap tahapan.
Mulai dari penjaringan, seleksi, hingga pemusatan latihan atlet di masing-masing induk cabor.
Bahkan, dinas sudah menyiapkan anggaran ratusan juga sebagai salah satu persiapan sebelum memberangkatkan atlet ke Porprov dan PON.
Teknisnya, dinas bakal memberangkatkan atlet untuk bertanding di ajang Popda Bangkalan tahun ini.
Lalu, atlet yang mampu meraih prestasi besar kemungkinan akan diberangkatkan ke multievent terbesar tingkat provinsi dan nasional.
“Kami kerja sama dengan KONI. Nanti akan diseleksi sebelum dikirim. Besar harapan kami yang dapat dikirim hanya atlet yang mampu meraih medali. Dan kami sudah siapkan anggaran. Untuk Popda tahun ini anggarannya sekitar Rp 600 juta,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra