Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tahun 2027, Candi Gayatri Tulungagung Dipugar, BPK XI Jatim Mulai Studi untuk Hasilkan Ini

Aditya Yuda Setya Putra • Rabu, 21 Agustus 2024 | 20:54 WIB
Salah satu tim dari BPK wilayah XI Jatim melakukan studi terhadap candi Gayatri Tulungagung.
Salah satu tim dari BPK wilayah XI Jatim melakukan studi terhadap candi Gayatri Tulungagung.

TULUNGAGUNG – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim kembali menerjunkan tim ke Bumi Lawadan.

Kedatangan tim kali ini untuk melakukan studi teknis ke Candi Boyolangu atau yang biasa disebut Candi Gayatri.

Di hari terakhir studi kemarin (20/8/2024), tim memastikan proses pemugaran bisa dilakukan paling lambat pada 2027 mendatang.

Koordinator Tim Kerja Pemugaran BPK Wilayah XI Jatim, Ratna Ferdianti mengungkapkan, proses studi teknis digelar selama sembilan hari.

Yakni, pada 12-20 agustus. Pantauan Koran ini di lokasi, tim tampak menutup sejumlah lubang galian di hari terakhir kemarin.

“Dalam proses studi teknis, kami membuka beberapa kotak test pit. Kami lakukan ekskavasi, kurang lebih ada sekitar 11 kotak. Tujuannya, agar kita mengetahui bentuk denah. Dari hasil kegiatan yang dikumpulkan selama sembilan hari ini, outputnya akan jadi rancangan dalam pemugaran nanti,” ucap perempuan berjilbab ini.

Ada dua tahapan yang harus dilalui sebelum BPK memutuskan untuk memugar satu situs candi. Pertama, tahapan studi kelayakan dan selanjutnya adalah tahapan studi teknis.

Ratna mengungkapkan, proses tahapan studi teknis Candi Gayatri sudah digelar sejak 2021 lalu.

“Hasil studi kelayakan itu yang menjadi dasar pelaksanaan studi teknis di bulan ini. Jadi, ini adalah tahapan pra pemugaran” akunya.

Secara teknis, tim juga melakukan ekskavasi pada struktur candi dalam studi teknis kemarin. tapi, ekskavasi kali ini hanya bertujuan untuk memastikan bentuk struktur candi.

“Sudah digali, lalu sekarang ditimbun lagi. Tapi kami beri lapisan dari plastik agar galiannya tidak tercampur dengan tanah di atasnya. Itu untuk memudahkan proses pemugaran nanti,” imbuhnya.

Tim bakal melakukan ekskavasi secara lebih intensif dalam proses pemugaran candi nanti. BPK Wilayah XI Jatim tentu juga akan menerjunkan tim arkeolog untuk meneliti peruntukkan maupun denah struktur candi secara lebih rinci.

“Karena struktur atas candi ini sudah banyak yang hancur. Jadi, perlu dilakukan penanganan yang lebih teliti nantinya,” kata Ratna.

Meski begitu, perempuan berkacamata ini mengaku bahwa proses pemugaran belum bisa digelar dalam waktu dekat.

Alasannya, BPK juga dihadapkan dengan berbagai agenda kajian, studi, dan pemugaran di berbagai situs candi lain di Jatim.

Sehingga, jika tak ada aral melintang, proses pemugaran Candi Gayatri baru bisa dilaksanakan paling lambat pada 2027 mendatang.

“Ada beberapa tahap di dua tempat (candi,Red) yang harus diselesaikan tahun depan. Jadi, untuk Candi Boyolangu sepertinya baru bisa ditangani di gelombang selanjutnya. Kemungkinan antara 2026-2027,” pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#pemugaran #BPK WIlayah XI Jatim #Candi Gayatri