SENDANG, Radar Tulungagung - Rencana renovasi komplek Candi Penampihan, di Dusun Turi, Desa Geger, Kecamatan Sendang belum terealisasi hingga saat ini.
Renovasi tersebut sedianya dijadwalkan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Trowulan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur pada akhir tahun 2023 lalu.
"Kami menunggu dan berharap renovasi segera terealisasi," kata Hendriman, juru pelihara Candi Penampihan, kemarin (21/1).
Menurut Hendriman, renovasi akan meliputi cungkup (bagian atap prasasti), dan pagar kawat keliling komplek candi. Karena kurusakan yang dianggap paling parah adalah dua bagian itu.
"Informasi yang saya terima, penundaan renovasi di sini karena di tempat lain ada yang lebih mendesak untuk direnovasi," tambah juru pelihara yang mengaku bahwa dirinya mendapatkan SK pekerjaannya dari Dinas Kebudayaan Jawa Timur sejak 2010 lalu.
Komplek Candi Penampihan merupakan peninggalan sejarah yang sangat penting Karena candi dan prasasti tersebut mencatatkan sejarah berkelanjutan sejak Zaman Kerajaan Mataram Kuno, Kediri, Singasari hingga Majapahit.
Tak heran jika petilasan tersebut selalu menjadi riset dan objek penelitian dari berbagai kalangan.
Dinas Kebudayaan Jawa Timur telah menetapkan komplek candi ini sebagai cagar budaya pada tahun 2010.
Pemkab Tulungagung juga menetapkan Candi Penampihan sebagai cagar budaya pada tahun 2019 oleh Bupati Tulungagung.
Pengamatan koran ini, kondisi lingkungan candi tergolong bersih dan terawat. Taman dan rerumputan tertata rapi.
Tetapi ada beberapa bagian yang rusak. Cungkup setinggi empat meter di atas prasasti sudah jebol-jebol.
Pagar kawat keliling sudah compang-camping bahkan sebagian berkarat.
"Ya itu yang perlu segera direnovasi. Sebenarnya sudah dianggarkan oleh dinas. Ini juga demi melestarikan peninggalan sejarah agar terus dikenang oleh anak cucu kita nanti." tambah Hendriman.
Menurut Nardi, tokoh masyarakat di Penampihan, candi itu saat ini tidak banyak didatangi pengunjung.
Sesuai dengan catatan buku tamu di pos penjagaan candi, rata-rata dikunjungi 5 - 10 orang dalam satu bulan.
"Umumnya mereka melakukan wisata religi. Ada yang datang siang hari, ada juga yang malam hari. Mereka biasanya berdoa di sekitar candi," ceritanya.
Seperti diketahui Candi Penampihan merupakan sebuah kompleks percandian dengan bentuk berundak atau berteras yang membujur barat-timur atau mengarah ke puncak Gunung Wilis.
Kompleks Candi Penampihan berada di atas lahan seluas 2.050,88 meter persegi. Diketahui dalam bangunan candi terdapat dua prasasti.
Prasasti tersebut dikeluarkan tahun 898 M dan prasasti satunya lagi dikeluarkan pada tahun 1291 M.
Pada prasasti tersebut memuat tentang daerah Tulungagung sudah memiliki bentuk pemerintahan merdeka dan pembegian kasta dalam kelompok-kelompok masyarakat.(mg2)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz