Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Target Investasi Tulungagung 2026 Tembus Rp 546 Miliar, Sektor Makanan dan Minuman Masih Dominan dan Pariwisata Mulai Dilirik Investor

Dharaka R. Perdana • Rabu, 25 Maret 2026 | 10:55 WIB
Sektor makanan minuman masih menjadi penyumbang angka investasi tertinggi di Tulungagung dari tahun ke tahun.(DEVRAT/RADAR TULUNGAGUNG)
Sektor makanan minuman masih menjadi penyumbang angka investasi tertinggi di Tulungagung dari tahun ke tahun.(DEVRAT/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Pemkab Tulungagung menargetkan realisasi investasi pada 2026 mencapai Rp 546 miliar.

Target tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan menjadi salah satu indikator penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tulungagung, Imroatus Mufidah, mengatakan optimistis target tersebut dapat tercapai meskipun di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Menurutnya, hingga saat ini sektor makanan dan minuman (mamin) masih menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi investasi di Tulungagung. 

“Sampai sekarang investasi terbesar masih didominasi sektor makanan dan minuman,” ujarnya.

Baca Juga: Stok Beras Tulungagung Aman 2026, Cadangan Pangan Tembus 79 Ton, Siap Antisipasi Darurat dan Gejolak Harga

Dia menjelaskan, sektor tersebut dinilai memiliki prospek yang cukup menjanjikan karena didukung oleh potensi lokal serta tingginya permintaan pasar.

Selain itu, pelaku usaha di sektor ini relatif lebih adaptif terhadap perubahan tren dan kebutuhan konsumen sehingga mampu bertahan dan terus berkembang.

Meski demikian, DPMPTSP tidak hanya bergantung pada satu sektor. Imroatus menyebut sektor lain juga memiliki peluang besar untuk mendongkrak nilai investasi di Tulungagung.

Di antaranya, sektor pariwisata yang memiliki potensi alam cukup besar, sektor perikanan yang didukung wilayah pesisir, hingga sektor-sektor lain yang mulai berkembang.

Baca Juga: Diakui sebagai WBTB, Seniman Jaranan Sentherewe Tulungagung Haru dan Bangga: Bukan Sekadar Piagam, Ini Identitas Daerah

“Tidak menutup kemungkinan sektor lain seperti pariwisata, perikanan, dan lainnya juga memiliki kontribusi besar terhadap investasi,” jelasnya.

Menurutnya, keberagaman sektor ini menjadi kekuatan tersendiri bagi Tulungagung dalam menarik minat investor.

Untuk itu, dia terus berupaya menjaga dan meningkatkan iklim investasi agar tetap kondusif.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan kemudahan pelayanan perizinan bagi para pelaku usaha.

DPMPTSP berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel sehingga para investor merasa nyaman dalam menanamkan modalnya di Tulungagung.

“Kami bertekad menjaga iklim investasi sebaik mungkin agar para pemilik modal mau menanamkan investasinya di Tulungagung,” tegas Imroatus.

Baca Juga: Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Jaranan Sentherewe Tulungagung Siap Dipromosikan dan Dilestarikan Lebih Luas

Selain itu, dia juga terus melakukan promosi potensi daerah serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk menarik investor baru.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mampu mencapai target investasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, seperti membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami optimistis realisasi investasi 2026 dapat tercapai sesuai target, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu tujuan investasi yang potensial di Jawa Timur," tandasnya. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#target investasi #dpmptsp #pertumbuhan ekonomi #rpjmd