RADAR TULUNGAGUNG – Pemkab Tulungagung menargetkan realisasi investasi pada 2026 mencapai Rp 546 miliar.
Target tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan menjadi salah satu indikator penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tulungagung, Imroatus Mufidah, mengatakan optimistis target tersebut dapat tercapai meskipun di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Menurutnya, hingga saat ini sektor makanan dan minuman (mamin) masih menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi investasi di Tulungagung.
“Sampai sekarang investasi terbesar masih didominasi sektor makanan dan minuman,” ujarnya.
Dia menjelaskan, sektor tersebut dinilai memiliki prospek yang cukup menjanjikan karena didukung oleh potensi lokal serta tingginya permintaan pasar.
Selain itu, pelaku usaha di sektor ini relatif lebih adaptif terhadap perubahan tren dan kebutuhan konsumen sehingga mampu bertahan dan terus berkembang.
Meski demikian, DPMPTSP tidak hanya bergantung pada satu sektor. Imroatus menyebut sektor lain juga memiliki peluang besar untuk mendongkrak nilai investasi di Tulungagung.
Di antaranya, sektor pariwisata yang memiliki potensi alam cukup besar, sektor perikanan yang didukung wilayah pesisir, hingga sektor-sektor lain yang mulai berkembang.
“Tidak menutup kemungkinan sektor lain seperti pariwisata, perikanan, dan lainnya juga memiliki kontribusi besar terhadap investasi,” jelasnya.
Menurutnya, keberagaman sektor ini menjadi kekuatan tersendiri bagi Tulungagung dalam menarik minat investor.
Untuk itu, dia terus berupaya menjaga dan meningkatkan iklim investasi agar tetap kondusif.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan kemudahan pelayanan perizinan bagi para pelaku usaha.
DPMPTSP berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel sehingga para investor merasa nyaman dalam menanamkan modalnya di Tulungagung.
“Kami bertekad menjaga iklim investasi sebaik mungkin agar para pemilik modal mau menanamkan investasinya di Tulungagung,” tegas Imroatus.
Selain itu, dia juga terus melakukan promosi potensi daerah serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk menarik investor baru.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mampu mencapai target investasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, seperti membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami optimistis realisasi investasi 2026 dapat tercapai sesuai target, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu tujuan investasi yang potensial di Jawa Timur," tandasnya. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri