Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Melihat Kemeriahan Halalbihalal di PG Modjopanggoong Tulungagung: Momen Saling Memafkan, Energi Sambut Musim Giling 2026

Rahmat Nur Yahya • Selasa, 31 Maret 2026 | 08:13 WIB
Momen keluarga besar PG Modjopanggoong saling memaafkan dan mempererat kebersamaan demi menyongsong giling 2026 dengan semangat baru.
Momen keluarga besar PG Modjopanggoong saling memaafkan dan mempererat kebersamaan demi menyongsong giling 2026 dengan semangat baru.

RADAR TULUNGAGUNG - Kuatnya ikatan persaudaraan bisa menjadi energi tambahan di sebuah perusahaan.

Hal ini disadari sepenuhnya PG Modjopanggoong yang menggelar halalbihalal. Mereka pun bersiap menyambut musim giling 2026.   

Aroma kebersamaan begitu terasa di sudut-sudut PG Modjopanggoong, Rabu (26/3).

Baca Juga: Muscab PKB Tulungagung 2026, Delapan Nama Kandidat Ketua DPC Diserahkan ke DPP tanpa Voting

Bukan aroma tebu yang sedang digiling, melainkan kehangatan silaturahmi yang mengalir di antara para karyawan dan manajemen dalam momen halalbihalal pasca-Idul Fitri 1447 Hijriah. 

Di lingkungan pabrik yang sehari-hari lekat dengan ritme kerja dan suara mesin, suasana kali ini tampak berbeda.

Senyum merekah, tangan-tangan saling berjabat, dan ucapan maaf terucap tulus tanpa sekat jabatan. Sederhana, tetapi penuh makna.

Baca Juga: Bangkit Pascapandemi, Pertumbuhan Ekonomi Tulungagung Tembus 5,75 Persen dan Jadi Rekor 12 Tahun

Momentum ini bukan sekadar tradisi tahunan. Bagi keluarga besar PG Modjopanggoong, halalbihalal menjadi ruang untuk merawat hubungan kemanusiaan, sesuatu yang sering kali terabaikan di tengah target produksi dan tuntutan kerja.

General Manager PG Modjopanggoong, Sugiyanto, menegaskan bahwa kebersamaan seperti ini adalah fondasi penting dalam menjalankan roda perusahaan.

Menurutnya, hati yang bersih akan melahirkan kerja yang jernih.

“Di hari yang fitri ini, saatnya kita membuka hati untuk saling memaafkan. Dengan kebersamaan yang terjalin, kita bisa melangkah lebih kuat menyongsong musim giling 2026,” ujarnya.

Baca Juga: Balon Udara Terkendali di Notorejo Tulungagung, Festival Kreatif Anak Muda Ini Tuai Antusiasme Tinggi 

Lebih dari itu, dia mengingatkan bahwa keberhasilan pabrik bukan hanya soal mesin yang bekerja tanpa henti, melainkan juga manusia di baliknya.

"Dari manajemen hingga pekerja lapangan, semua memiliki peran yang saling menguatkan," tambahnya. 

Di tengah tantangan industri gula yang kian dinamis, kekompakan menjadi kunci.

Silaturahmi yang terbangun dalam momen seperti ini diharapkan menjadi energi baru.

Baca Juga: WFH Jadi Kajian Serius di Pemkab Tulungagung, tapi Pelaksanaannya Masih Menunggu Surat Edaran Pemerintah

Yakni menghidupkan semangat kerja, memperlancar komunikasi, dan mempererat rasa memiliki terhadap perusahaan. 

Halalbihalal pun menjelma menjadi titik awal. Sebuah jeda sejenak untuk menata ulang niat, memperkuat barisan, dan menyatukan langkah.

Kini, ketika musim giling 2026 sudah di depan mata, keluarga besar PG Modjopanggoong tak hanya membawa target produksi, tetapi juga semangat kebersamaan yang telah diperbarui. (*/c1/rka) 

 

 

 

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#saling memaafkan #Musim Giling #halalbihalal #PG Modjopanggoong