Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dentang Besi dari Desa Kiping, Jejak Pande Besi yang Tak Luntur oleh Zaman

Rinto Wahyu Hidayat • Jumat, 28 Maret 2025 | 04:42 WIB
Bagi pecinta kerajinan tangan dan budaya lokal, perjalanan ke perkampungan pandai besi di Tulungagung bisa jadi pengalaman seru yang jarang ditemukan di tempat lain.
Bagi pecinta kerajinan tangan dan budaya lokal, perjalanan ke perkampungan pandai besi di Tulungagung bisa jadi pengalaman seru yang jarang ditemukan di tempat lain.

Radar Tulungagung – Jika melintasi Desa Kiping, Kecamatan Gondang Tulungagung.

Pagi hingga sore hari, ada pemandangan yang khas. Asap mengepul dari tungku- tungku pemanas, suara dentingan palu memukul logam membentuk pisau, sabit, dan cangkul.

Inilah suasana sehari-hari di Desa kiping Tulungagung ini.

Sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari desa yang dikenal sebagai kampung pande besi.

Tidak ada catatan pasti sejak kapan Kiping menjadi pusat kerajinan logam, tetapi para perajin setempat meyakini bahwa keterampilan ini telah diwariskan lintas generasi sejak tahun 1980-an.

Bahkan, bisa jadi lebih lama dari itu, mengingat hampir seluruh penduduk yang masih menekuni profesi ini adalah penerus usaha keluarga.

"Sejak kecil, kami sudah terbiasa melihat orang tua menempa besi. Lalu, lambat laun, kami belajar, hingga akhirnya bisa membuat berbagai alat rumah tangga dan pertanian sendiri," ujar seorang perajin besi setempat.

Mengasah Keahlian, Mengukir Rezeki. Bagi warga Kiping, pande besi bukan sekadar pekerjaan, tetapi warisan keterampilan yang menghidupi desa.

Di setiap rumah, terdapat bengkel sederhana yang digunakan untuk menempa logam menjadi berbagai alat bermanfaat.

Pisau, sabit, hingga alat perajang tembakau buatan mereka dikenal memiliki kualitas yang kuat dan tajam.

Salah satu perajin yang sukses mempertahankan tradisi ini adalah Misran. Ia telah mengembangkan produknya dengan merek Mawar, yang kini telah merambah pasar di Tulungagung hingga Jawa Tengah.

"Banyak pelanggan yang memesan pisau dapur buatan kami karena lebih tahan lama. Ini yang membuat usaha kami tetap bertahan meskipun zaman sudah berubah,” tutur Misran.

Kiping, Kampung yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi. Di tengah perkembangan industri modern, keterampilan menempa besi secara tradisional memang semakin jarang ditemukan.

Namun, Desa Kiping tetap bertahan dengan keunikannya. Keahlian yang diwariskan dari generasi ke generasi menjadi bukti bahwa tradisi pande besi di desa ini tak akan luntur begitu saja.

Dengan kualitas produk yang tetap diminati pasar, masa depan pande besi di Kiping masih terus berkilau—seperti logam yang ditempa dengan penuh ketekunan oleh tangan-tangan terampil para perajinnya.

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#Desa Kiping #Pande Besi