Radar Tulungagung - Goa Romusa terletak dekat dengan terowongan Niyama, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung.
Goa Romusa ini merupakan salah satu situs sejarah yang menjadi saksi bisu kekejaman penjajahan Jepang di Indonesia.
Dimana Goa Romusa dibangun untuk mengalirkan air dari Sungai Brantas ke Samudra Hindia agar dapat mengatasi banjir di Kabupaten Tulungagung.
Baca Juga: Peringati Hari Kartini, SD di Tulungagung Gelar Upacara dan Putar Film Perjuangan
Diketahui mega proyek pembangunan Goa Romusha ini dilakukan sejak tahun 1942 semasa kependudukan penjajah Jepang di Tulungagung.
Pembangunan mega proyek ini pun dikerjakan oleh ribuan pekerja paksa, Romusa, untuk dapat mewujudkan proyeksi pengendalian banjir.
Bencana banjir memang telah menjadi siklus musiman di Tulungagung, sehingga penjajah Jepang berniat membangung Terowongan Niyama dan goa-goa kecil untuk mengalirkan banjir ke Samudra Hindia.
Baca Juga: Gunung Budheg Tulungagung Bersolek, Punya Pagar Bergaya Arsitektur Majapahit
Mega proyek Goa Romusha ini diprakarsai oleh Residen Enji Kihara dengan melibatkan sebanyak 20 ribu romusa.
Puluhan ribu romusa bekerja dengan alat sederhana dengan tempat perlindungan sederhana.
Akibatnya, banyak pekerja romusa meninggal akibat kelelahan, penyakit, dan kekurangan gizi.
Mengenang para korban romusa dalam pengerjaan mega proyek tersebut, terdapat Monumen Sukamakmur di Kawasan Terowongan Niyama.
Monumen ini menjadi simbol penghormatan terhadap romusa yang gugur dalam pembangunan mega proyek tersebut.
Mega proyek ini pun berhenti pada tahun 1945 semasa kekalahan Jepang dalam perang dunia II.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz