TULUNGAGUNG – Siapa sangka, jalur rel yang dulu identik dengan perjalanan penumpang, kini justru menjadi andalan baru para pelaku usaha Tulungagung untuk mengantar brand dagangan mereka menembus pasar luar kota.
Mulai dari pakaian, kuliner, produk herbal, hingga burung semuanya dikemas rapi dan diberangkatkan para pelaku usaha di Tulungagung lewat kereta barang.
Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Di balik roda-roda baja yang bergemuruh di atas rel, tersembunyi kisah-kisah pelaku usaha di Tulungagung yang kini mampu menjangkau pelanggan hingga ke kota-kota besar tanpa harus pusing soal ongkos kirim atau keterlambatan.
Salah satu kisah menarik datang seorang penjual burung, Marin, warga Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung.
Dia bukan sekadar penjual burung, ia seorang pegiat brand burung murai batu di Tulungagung yang telah mengantarkan puluhan ekor burung bernilai jutaan rupiah ke pelanggan setianya di luar Jawa Timur.
“Saya dulu kirim lewat jalur biasa, tapi sering terlambat atau burung stres di jalan. Sekarang sejak kirim lewat kereta, semua jauh lebih lancar. Burung sampai kota Serang masih gacor,” ujar Marin sambil tersenyum saat ditemui Rabu sore (14/5) di pusat layanan pengiriman Tulungagung.
Ternyata Marin bukan satu-satunya pelaku usaha yang mengandalkan jalur kereta api di Tulungagung.
Semakin banyak pelaku UMKM di Tulungagung yang memanfaatkan layanan ekspedisi berbasis rel kerata api ini untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Dengan pengiriman yang terjadwal, tarif yang bersaing, dan risiko kerusakan barang yang minim, para pengusaha di Tulungagung merasa lebih tenang dan percaya diri untuk mengembangkan usaha mereka.
Pihak pengelola layanan mencatat terdapat peningkatan volume pengiriman di Tulungagung dalam beberapa bulan terakhir.
Bahkan, ada pengusaha camilan lokal khas Tulungagung yang kini rutin mengirimkan produknya ke Jakarta dan Surabaya dalam tiga kali seminggu.
“Dulu kami berpikir, pengiriman pakai kereta itu cuma untuk barang pabrik. Ternyata sekarang brand kami juga bisa ikut naik rel,” ujar Lastri seorang pengusaha keripik singkong asal Campurdarat, Tulungagung.
Jalur kereta kini bukan sekadar rel penghubung antarkota. Dia telah menjelma menjadi jalan cepat bagi pertumbuhan ekonomi di Tulungagung.
Dalam setiap gerbongnya, ada harapan, ada kerja keras, dan ada kisah sukses yang perlahan tumbuh dari desa terpencil di Tulungagung menuju panggung nasional.(rin)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz