TULUNGAGUNG - Luapan arus banjir di Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung membuat seorang gadis terseret saat berboncengan dengan teman prianya pada Kamis, 15 Mei 2025.
Febi Anggun Lestari, 19, warga Dusun Kalimenur, Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung hilang terseret arus luapan banjir sekitar pukul 18.00 WIB.
Kemudian teman pria korban berhasil selamat karena bisa berenang melawan arus banjir tersebut.
Kini warga Desa Rejosari Tulungagung, Kepolisian, TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung tengah melakukan pencarian terhadap gadis yang hilang tersebut.
Berdasarkan kesaksian warga, Samsul mengatakan, diduga korban terseret arus banjir di Desa Rejosari Tulungagung ini ketika melintas di sungai alam yang biasa digunakan akses warga.
“Sungai kecil itu, biasa dilintasi warga. Sudah seperti jalan biasa dan juga dicor,” jelasnya, Kamis, 15 Mei 2025.
Sebelumnya, kawasan Desa Rejosari, Kalidawir, Tulungagung memang dilanda hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.
Akibatnya diduga munculah ancar atau banjir dadakan lantaran akumulasi air hujan di wilayah pegunungan.
Diduga korban terseret arus banjir itu ketika melintas di sungai alam di Desa Rejosari Tulungagung dengan teman prianya tersebut.
Baca Juga: Sejumlah Desa di Tulungagung Telah Musyawarah Pelaksanaan Koperasi Merah Putih, Ini Pokok Bahasannya
“Tidak ada yang tahu pasti, karena warga bersiap untuk yasinan rutinan,” ucapnya.
Diketahui teman pria korban berhasil selamat setelah berenang melawan arus banjir dengan meraih benda di tepian aliran air.
Kemudian korban terbawa arus banjir dan tak lama setelah itu menghilang.
Kini warga Desa Rejosari Tulungagung tengah melakukan penyisiran sungai yang bermuara di Pantai Dlodo itu.
Baca Juga: Banyak Masalah Pertanian di Tulungagung, Simak Hasil Audiensi Antara Petani dan DPRD
Proses penyisiran dan pencarian korban pun terkendal lantaran kondisi di Desa Rejosari Tulungagung dalam kondisi gelap gulita.
Camat Kalidawir, Rusdiyanto menegaskan apabila telah berkoordinasi dengan BPBD Tulungagung guna melangsungkan upaya pencarian terhadap korban.
“Kami juga meminta bantuan Basarnas juga. Sekarang masih pencarian,” pungkasnya.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz