TULUNGAGUNG- Kalau kamu pernah datang ke hajatan di Tulungagung entah itu nikahan, sunatan, atau syukuran pasti pernah dengar alunan lagu campursari yang bikin suasana jadi adem dan meriah sekaligus.
Musik campursari memang punya tempat istimewa di hati masyarakat Tulungagung.
Irama gamelan yang berpadu dengan sentuhan modern jadi sajian wajib di berbagai acara keluarga warga Tulungagung.
Nah, berikut ini lima lagu campursari yang paling sering diputar di hajatan-hajatan Tulungagung. Bisa dibilang, ini lagu-lagu "wajib" yang bikin semua tamu, dari yang muda sampai yang sepuh, ikut bergoyang kecil di tempat duduk.
- Sewu Kuto – Didi Kempot
Lagu legendaris dari maestro campursari, Didi Kempot, ini sudah seperti “lagu kebangsaan” di dunia hajatan Jawa. Liriknya yang galau tapi syahdu, dikemas dengan musik khas Jawa, membuat “Sewu Kuto” tak pernah absen dari daftar putar.
Bahkan sering jadi pembuka acara atau latar saat tamu mulai berdatangan.
Baca Juga: Ini Resep Soto Mantenan yang Mudah dan Enak Ala Hajatan, Bisa Bikin Sendiri di Rumah
- Stasiun Balapan – Didi Kempot
Masih dari The Godfather of Broken Heart, lagu ini sering diputar karena iramanya yang sedikit lebih semangat dibanding “Sewu Kuto.” Meski liriknya tentang perpisahan, tapi lagu ini justru sering bikin suasana hajatan makin hidup.
Bahkan kadang dinyanyikan ulang oleh penyanyi lokal sebagai bagian dari hiburan live.
Baca Juga: Mitos Bulan Selo: Mengapa Warga Tulungagung Enggan Gelar Pernikahan?
- Pamer Bojo – Didi Kempot
Siapa yang nggak kenal lagu ini? “Pamer Bojo” selalu sukses bikin tamu tertawa-tawa atau tersenyum simpul.
Irama dangdut campursari-nya bikin kaki pengin goyang, sementara liriknya yang jenaka soal mantan yang pamer pasangan baru, terasa relate banget. Biasanya diputar di tengah acara saat suasana sudah ramai.
- Tatu – Happy Asmara
Meskipun ini lagu relatif baru dan dari genre dangdut koplo campursari modern, “Tatu” berhasil jadi favorit baru di hajatan-hajatan Tulungagung.
Suara Happy Asmara yang khas ditambah aransemen musik yang menggoda membuat lagu ini disukai lintas generasi. Anak muda pun ikut menikmati meski suasananya hajatan tradisional.
Baca Juga: Rahasia Pernikahan Bahagia di Tengah Kesibukan, Nomor 3 Paling Ampuh!
- Kartonyono Medot Janji – Denny Caknan
Lagu ini adalah perwakilan dari generasi campursari modern yang mulai menggantikan lagu-lagu klasik di playlist hajatan. Cerita tentang cinta yang kandas, dibalut musik khas Jawa modern, menjadikan lagu ini sering terdengar di acara-acara kekinian.
Di Tulungagung, lagu ini bisa dibilang jadi lagu wajib anak muda yang sedang punya gawe.
Lima lagu di atas adalah contoh kecil dari betapa musik campursari tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat Tulungagung.
Dari yang klasik hingga modern, semua punya tempatnya masing-masing. Hajatan bukan cuma soal hidangan dan dekorasi, tapi juga soal irama yang menyatukan tamu dari segala usia.
Jadi, kalau kamu dengar salah satu lagu ini di sebuah hajatan, jangan heran kalau hatimu ikut goyang dan bibirmu mulai bersenandung pelan. Itulah kekuatan musik campursari sederhana tapi membekas. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah