Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Fenomena Nasi Kucing di Tulungagung Lebih dari Sekadar Makanan Murah, Simak Cerita di Baliknya

Yoga Dany Damara • Minggu, 1 Juni 2025 | 14:00 WIB

 

Meski terdengar sepele, nasi kucing di Tulungagung ini ternyata menyimpan cerita sosial dan budaya yang kaya.
Meski terdengar sepele, nasi kucing di Tulungagung ini ternyata menyimpan cerita sosial dan budaya yang kaya.

TULUNGAGUNG- Di sudut-sudut kota Tulungagung saat malam menjelang, aroma khas nasi hangat dan lauk sederhana menyapa indera.

Disajikan dalam porsi mungil, dibungkus daun pisang atau kertas minyak, makanan di Tulungagung ini dikenal dengan nama yang unik nasi kucing.

Meski terdengar sepele, makanan di Tulungagung ini ternyata menyimpan cerita sosial dan budaya yang kaya.

Disebut "nasi kucing" bukan karena dibuat untuk kucing, melainkan karena porsinya kecil mirip porsi makan kucing.

Biasanya terdiri dari nasi putih, sedikit sambal, dan lauk sederhana seperti tempe, teri, atau ayam suwir. Tapi jangan remehkan ukurannya di balik kesederhanaan itu, tersembunyi filosofi dan nilai sosial yang dalam.

 Baca Juga: Alasan Orang Tulungagung Gak Bisa Lepas dari Nasi Pecel Lebih dari Sekadar Makanan

Awalnya populer di Yogyakarta dan Solo, kini nasi kucing menjadi fenomena kuliner di banyak kota, termasuk Tulungagung.

Warung angkringan yang menjual nasi kucing tumbuh subur, terutama di sekitar pusat kota dan kawasan kampus. Harga yang ramah kantong menjadikannya pilihan favorit pelajar, pekerja malam, hingga para perantau.

Nasi kucing bukan hanya soal makan murah. Di Tulungagung, angkringan tempat nasi kucing dijual sering menjadi ruang sosial.

Di sana, orang dari berbagai latar belakang duduk sejajar di bangku kayu, berbagi cerita sambil menyeruput teh panas atau kopi jos. Tak ada sekat kelas sosial semuanya setara di hadapan sepiring nasi sederhana. 

 Baca Juga: Nasi Lebih dari Sekadar Karbohidrat di Meja Makan

Fenomena nasi kucing mencerminkan gaya hidup yang bersahaja. Di era serba cepat dan penuh gengsi, nasi kucing mengajak kita untuk melambat, menikmati hidup dalam kesederhanaan, dan membuka ruang untuk berbagi.

Di angkringan, tak jarang muncul ide-ide besar dari obrolan ringan, dari diskusi politik hingga urusan asmara.

 Baca Juga: Nasi Panas vs Nasi Dingin Mana yang Lebih Baik untuk Tubuhmu?

Mungkin nasi kucing hanya seporsi kecil makanan, tapi pengaruhnya dalam kehidupan sosial masyarakat Tulungagung sangat besar. Ia bukan hanya simbol kuliner, tapi juga simbol keakraban, keterbukaan, dan kebersamaan.

Jadi, saat kamu mampir ke Tulungagung, jangan hanya lewatkan tempat wisatanya—coba duduk di angkringan, pesan nasi kucing, dan rasakan sendiri hangatnya budaya makan yang satu ini. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #angkringan #nasi kucing