TULUNGAGUNG-Tulungagung, sebuah kabupaten di Jawa Timur yang terkenal akan kerajinan marmer dan pantainya, juga menyimpan kekayaan tradisi keagamaan yang kuat.
Di Tulungagung salah satunya terlihat dalam perayaan Idul Adha, yang selalu diwarnai dengan kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal yang khas.
Kebiasaan Idul Adha di Tulungagung, mulai dari pelaksanaan salat, penyembelihan hewan kurban, hingga tradisi-tradisi khas desa yang membuat momen ini terasa sangat istimewa.
- Salat Idul Adha Serentak di Lapangan Terbuka
Warga Tulungagung mengawali Hari Raya Idul Adha dengan salat Id secara berjamaah di lapangan besar, halaman masjid, atau alun-alun kecamatan. Beberapa titik populer untuk salat Id adalah:
Alun-Alun Tulungagung Kota
Lapangan Boyolangu
Halaman Masjid Agung At-Taqwa
Lapangan desa di wilayah Sendang dan Campurdarat
serta lain-lain
- Gotong Royong dalam Proses Kurban
Setelah salat Id, masyarakat langsung melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Warga kampung biasanya berkumpul di masjid atau balai desa untuk:
Menyaksikan penyembelihan sapi atau kambing
Membantu proses pemotongan daging
Menyiapkan bungkusan daging kurban untuk dibagikan ke warga.
Di beberapa desa seperti Rejoagung, Plosokandang, dan Pagerwojo, kurban dilakukan secara kolektif antar-RT atau dusun, menciptakan nuansa kebersamaan yang kental.
- Tradisi Besek Kurban Khas Tulungagung
Salah satu kebiasaan unik Idul Adha di Tulungagung adalah penggunaan besek bambu (wadah anyaman) untuk membagikan daging kurban. Ini bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga menjadi simbol keberkahan dan tradisi lokal.
Banyak warga yang menyiapkan besek sendiri dari rumah, lengkap dengan daun pisang sebagai alas.
- Hidangan Khas Idul Adha ala Warga Tulungagung
Setelah pemotongan kurban, warga biasanya memasak berbagai olahan daging khas daerah. Beberapa menu populer saat Idul Adha:
Sate kambing bumbu kecap pedas
Tongseng sapi ala desa
Gulai jeroan khas kampung
Sambal petis dan sambal terasi
Sayur lodeh daun pepaya atau rebung
Di beberapa desa, acara memasak dilakukan bersama warga sekitar masjid.
- Bagi Daging: Menjaga Keadilan Sosial
Kegiatan pembagian daging kurban di Tulungagung dilakukan secara tertib dan transparan. Biasanya:
Panitia membuat daftar penerima daging jauh hari sebelumnya
Prioritas diberikan kepada warga kurang mampu, janda, lansia, dan anak yatim
Setiap kepala keluarga mendapat bagian yang sama rata
Ini mencerminkan nilai gotong royong dan semangat berbagi yang menjadi ciri khas masyarakat Tulungagung.
- Syukuran dan Selametan di Desa
Beberapa wilayah pedesaan di Tulungagung masih melestarikan selametan kecil usai penyembelihan hewan kurban. Biasanya dilakukan:
Di rumah tokoh agama atau ketua RT
Dengan menu nasi tumpeng, urap, dan ayam lodho
Dibarengi doa bersama untuk keselamatan warga
Ini menunjukkan kuatnya perpaduan nilai Islam dan tradisi lokal dalam kehidupan masyarakat Tulungagung.
Kebiasaan Idul Adha di Tulungagung mencerminkan nilai-nilai Islam yang berpadu harmonis dengan budaya lokal: salat berjamaah, gotong royong dalam kurban, pembagian daging yang adil, hingga kuliner khas yang menggugah selera.
Semangat kebersamaan dan kepedulian menjadi ciri utama yang menjadikan Idul Adha di Tulungagung terasa istimewa setiap tahunnya. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah