Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kebiasaan Idul Adha di Tulungagung: Tradisi, Kuliner, dan Kearifan Lokal

Rinto Wahyu Hidayat • Kamis, 5 Juni 2025 | 14:00 WIB
salat-tarawih-tetap-terapkan-prokes
salat-tarawih-tetap-terapkan-prokes

TULUNGAGUNG-Tulungagung, sebuah kabupaten di Jawa Timur yang terkenal akan kerajinan marmer dan pantainya, juga menyimpan kekayaan tradisi keagamaan yang kuat.

Di Tulungagung salah satunya terlihat dalam perayaan Idul Adha, yang selalu diwarnai dengan kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal yang khas.

Kebiasaan Idul Adha di Tulungagung, mulai dari pelaksanaan salat, penyembelihan hewan kurban, hingga tradisi-tradisi khas desa yang membuat momen ini terasa sangat istimewa.

  1. Salat Idul Adha Serentak di Lapangan Terbuka

Warga Tulungagung mengawali Hari Raya Idul Adha dengan salat Id secara berjamaah di lapangan besar, halaman masjid, atau alun-alun kecamatan. Beberapa titik populer untuk salat Id adalah:

Alun-Alun Tulungagung Kota

Lapangan Boyolangu

Halaman Masjid Agung At-Taqwa

Lapangan desa di wilayah Sendang dan Campurdarat

serta lain-lain

  1. Gotong Royong dalam Proses Kurban

Setelah salat Id, masyarakat langsung melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Warga kampung biasanya berkumpul di masjid atau balai desa untuk:

Menyaksikan penyembelihan sapi atau kambing

Membantu proses pemotongan daging

Menyiapkan bungkusan daging kurban untuk dibagikan ke warga.

Di beberapa desa seperti Rejoagung, Plosokandang, dan Pagerwojo, kurban dilakukan secara kolektif antar-RT atau dusun, menciptakan nuansa kebersamaan yang kental.

  1. Tradisi Besek Kurban Khas Tulungagung

Salah satu kebiasaan unik Idul Adha di Tulungagung adalah penggunaan besek bambu (wadah anyaman) untuk membagikan daging kurban. Ini bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga menjadi simbol keberkahan dan tradisi lokal.

Banyak warga yang menyiapkan besek sendiri dari rumah, lengkap dengan daun pisang sebagai alas.

  1. Hidangan Khas Idul Adha ala Warga Tulungagung

Setelah pemotongan kurban, warga biasanya memasak berbagai olahan daging khas daerah. Beberapa menu populer saat Idul Adha:

Sate kambing bumbu kecap pedas

Tongseng sapi ala desa

Gulai jeroan khas kampung

Sambal petis dan sambal terasi

Sayur lodeh daun pepaya atau rebung

Di beberapa desa, acara memasak dilakukan bersama warga sekitar masjid.

  1. Bagi Daging: Menjaga Keadilan Sosial

Kegiatan pembagian daging kurban di Tulungagung dilakukan secara tertib dan transparan. Biasanya:

Panitia membuat daftar penerima daging jauh hari sebelumnya

Prioritas diberikan kepada warga kurang mampu, janda, lansia, dan anak yatim

Setiap kepala keluarga mendapat bagian yang sama rata

Ini mencerminkan nilai gotong royong dan semangat berbagi yang menjadi ciri khas masyarakat Tulungagung.

  1. Syukuran dan Selametan di Desa

Beberapa wilayah pedesaan di Tulungagung masih melestarikan selametan kecil usai penyembelihan hewan kurban. Biasanya dilakukan:

Di rumah tokoh agama atau ketua RT

Dengan menu nasi tumpeng, urap, dan ayam lodho

Dibarengi doa bersama untuk keselamatan warga

Ini menunjukkan kuatnya perpaduan nilai Islam dan tradisi lokal dalam kehidupan masyarakat Tulungagung.

Kebiasaan Idul Adha di Tulungagung mencerminkan nilai-nilai Islam yang berpadu harmonis dengan budaya lokal: salat berjamaah, gotong royong dalam kurban, pembagian daging yang adil, hingga kuliner khas yang menggugah selera.

Semangat kebersamaan dan kepedulian menjadi ciri utama yang menjadikan Idul Adha di Tulungagung terasa istimewa setiap tahunnya. (*)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#lokal #hewan kurban #tulungagung #idul adha #khas #salat id