Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kenapa Banyak Orang Kembali Pensiun ke Tulungagung? Ini Alasannya!

Yoga Dany Damara • Kamis, 5 Juni 2025 | 18:00 WIB

 

Tulungagung ternyata punya daya tarik yang kuat bagi para pensiunan usai kerja di kota-kota besar.
Tulungagung ternyata punya daya tarik yang kuat bagi para pensiunan usai kerja di kota-kota besar.

TULUNGAGUNG - Bagi banyak perantau asal Tulungagung, mimpi untuk sukses di kota besar memang menggoda.

Tapi menariknya, setelah bertahun-tahun merantau ke Jakarta, Surabaya, atau bahkan luar negeri, tak sedikit dari mereka yang akhirnya memilih pulang kampung ke Tulungagung untuk menikmati masa pensiun.

Dan pilihan itu bukan tanpa alasan. Tulungagung ternyata punya daya tarik yang kuat bagi para pensiunan. 

  1. Udara yang Adem dan Lingkungan yang Tenang

Setelah bertahun-tahun bergelut dengan polusi, kemacetan, dan hiruk-pikuk kota besar, banyak orang mulai merindukan suasana yang lebih tenang dan alami. Tulungagung menawarkan itu semua.

Meski sudah berkembang pesat, kota ini masih punya banyak area hijau, pegunungan yang memanjakan mata, dan udara yang segar di pagi hari.

Rasanya seperti kembali ke pelukan alam tempat di mana tubuh dan pikiran bisa benar-benar beristirahat.

  1. Biaya Hidup yang Lebih Murah

Ini alasan klasik tapi tetap relevan. Di Tulungagung, hidup bisa jauh lebih hemat dibandingkan kota besar. Mulai dari harga bahan makanan, sewa rumah, hingga layanan kesehatan, semua terasa lebih terjangkau.

Bahkan dengan uang pensiun yang pas-pasan, banyak orang merasa masih bisa hidup nyaman di sini.

Bayangkan saja, sarapan nasi pecel lengkap dengan teh hangat bisa dinikmati dengan uang receh. Sementara di kota besar, mungkin hanya cukup untuk bayar parkir.

  1. Dekat dengan Keluarga dan Akar Budaya

Pulang ke kampung halaman bukan hanya soal tempat tinggal, tapi juga soal kembali ke akar.

Di Tulungagung, banyak perantau kembali agar bisa lebih dekat dengan keluarga, merawat orang tua, atau sekadar menikmati suasana kekeluargaan yang sudah lama dirindukan.

Di sini, silaturahmi masih hangat, tetangga masih saling menyapa, dan tradisi lokal tetap lestari.

Bagi banyak orang, ini adalah kebahagiaan yang tak bisa dibeli dengan uang.

  1. Hidup Lebih Sederhana, Tapi Bahagia

Fenomena ini juga menyiratkan bahwa definisi “sukses” bagi sebagian orang telah berubah. Kini, hidup bahagia tak harus selalu tentang harta atau jabatan.

Bagi mereka yang kembali, bisa bercocok tanam di pekarangan, menikmati kopi sore sambil ngobrol santai dengan tetangga, atau sekadar memandangi sawah hijau sudah cukup untuk merasa damai. 

  1. Infrastruktur Semakin Maju

Dulu mungkin orang ragu pulang kampung karena fasilitas terbatas. Tapi kini? Tulungagung makin maju.

Jalanan semakin baik, akses internet lancar, layanan kesehatan terus berkembang, bahkan banyak anak muda lokal yang mulai membangun bisnis kreatif. Kota ini berkembang, tapi tidak kehilangan jiwanya.

 Baca Juga: 5 Hobi yang Terlihat Sepele, Tapi Diam-Diam Bisa Mengubah Hidupmu

Bukan berarti hidup di kota besar itu salah, tapi bagi banyak perantau, Tulungagung adalah tempat terbaik untuk kembali tempat di mana hidup bisa dijalani dengan lebih tenang, lebih murah, dan lebih bermakna.

Dan mungkin, dalam keheningan sore di beranda rumah masa kecil, mereka menemukan versi terbaik dari “rumah” yang selama ini mereka cari. (*)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #kampung #pensiun