TUL
TUNGAGUNG- Bagi pecinta kerajinan tangan dan budaya lokal, perjalanan ke perkampungan pandai besi di Tulungagung bisa jadi pengalaman seru yang jarang ditemukan di tempat lain.
Di balik dentang palu dan bara api, ada kisah panjang keahlian turun-temurun di Tulungagung yang masih hidup hingga kini.
Salah satu kampung pengrajin yang bisa kamu kunjungi adalah Dusun Durenan, yang terletak di Kecamatan Ngunut, Tulungagung.
Warga di sini sudah dikenal sebagai pengrajin alat-alat pertanian dan pisau berkualitas tinggi. Selain itu, ada juga Kampung Blimbing di Kecamatan Rejotangan yang spesialis memproduksi berbagai macam golok, parang, hingga keris.
Kalau kamu ingin benar-benar merasakan atmosfernya, datanglah di pagi hari antara pukul 08.00 - 11.00 WIB.
Pada jam-jam ini, proses tempa besi sedang berlangsung. Kamu bisa melihat langsung bagaimana baja panas ditempa hingga membentuk pisau atau alat pertanian yang tajam.
Dentuman palu, percikan api, dan aroma logam panas menciptakan suasana yang otentik.
Yang menarik, di banyak bengkel pengrajin, kamu bisa membeli produk langsung dari tangan pertama. Selain harganya lebih bersahabat, kamu juga bisa memesan desain atau ukuran khusus sesuai kebutuhan.
Jangan ragu untuk berbincang dengan para pengrajin, mereka biasanya sangat ramah dan senang bercerita tentang proses pembuatan.
Tips singkat sebelum berkunjung:
Datang pagi hari untuk melihat proses tempa.
Pakai pakaian nyaman karena area bengkel cukup panas.
Siapkan uang tunai, karena umumnya transaksi langsung tanpa sistem non-tunai.
Jangan lupa bawa pulang satu atau dua produk sebagai kenang-kenangan!
Petualangan ke perkampungan pandai besi di Tulungagung bukan hanya soal belanja alat, tapi juga belajar menghargai ketekunan, seni, dan tradisi yang masih hidup di tengah zaman modern. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah