Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Anggaran Minim, Dispusip Tulungagung Pastikan Tak Ada Pengadaan Buku Baru Tahun Ini

Aditya Yuda Setya Putra • Jumat, 20 Juni 2025 | 01:20 WIB
Pengunjung perpustakaan daerah membaca salah satu koleksi buku.
Pengunjung perpustakaan daerah membaca salah satu koleksi buku.

TULUNGAGUNG – Warga Tulungagung masih harus sabar menanti pengadaan koleksi buku baru di perpustakaan daerah. Sebab, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Tulungagung memastikan bahwa tahun ini tak ada anggaran untuk pengadaan item fisik.

Sekretaris Dispusip Kabupaten Tulungagung, Dina Feriwiasa mengatakan, tahun ini bidang perpustakaan dijatah anggaran yang terbilang seret.

“Kalau nggak salah dianggar Rp 1,3 miliar ya. Yang Rp 1 miliar dari DAK, yang Rp 300 juta dari APBD,” sebutnya.

Baca Juga: Ogah Kesusu, Pemkab Tulungagung Serahkan Polemik 13 Pulau dengan Trenggalek ke Kementerian

Secara umum, jumlah tahun ini memang jauh lebih besar daripada alokasi di bidang yang sama tahun lalu.

Dina mengungkapkan, tahun lalu bidang perpustakaan hanya dijatah anggaran juta yang bersumber dari APBD murni.

“Jadi tahun lalu itu APBD murni. Cuma sekitar Rp 200-300 juta,” akunya.

Meski begitu, anggaran di tahun ini tetap tidak bisa dibilang besar. Alasannya, anggaran senilai Rp 1 miliar (M) bersumber dari DAK nonfisik.

Artinya, kebutuhan item-item fisik, termasuk buku koleksi, juga dicoret dari daftar belanja anggaran DAK nonfisik tahun ini.

“Karena itu dak nonfisik, jadi otomatis tidak bisa kita untuk mengalokasikan belanja (buku baru),” kata Dina.

Sebagai gantinya, dinas sedang mengupayakan berbagai agenda lain untuk meningkatkan minat baca di perpustakaan.

Baca Juga: Ringkus Pria di Tulungagung Lakukan Penganiayaan yang Sebabkan Luka Berat, Terungkap Kronologi hingga Korban Pingsan

Mengingat pendanaan bersumber dari DAK nonfisik, maka dinas hanya diperkenankan menggelar agenda yang bersifat kemasyarakatan.

“Kalau kegiatannya itu kan kegiatan yang ke arah ke masyarakat. Ada sosialisasi, acara seremonial, atau kegiatan arah kemasyarakatan, (dan) pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan minat baca. Kalau yang Rp 1 miliar ke situ,” ucap Dina.

Sedangkan di tahun ini dinas punya target untuk meningkatkan indeks tingkat gemar membaca (TGM).

Untuk memastikan minat masyarakat untuk membaca makin meningkat, dinas juga coba mengoptimalkan titik baca hingga mobil perpustakaan keliling.

“Mungkin kita mengimbau kepada masyarakat atau sekolah kalau berminat (didatangi mobil perpustakaan keliling), kita kunjungi dengan berkeliling,” akunya.

Dari hasil rekapitulasi aktivitas pelayanan perpustakaan pada 2024, lalu jumlah kunjungan perpustakaan daerah dan permintaan pelayanan di sepanjang tahun lalu mencapai angka 56.179 orang.

Jumlah kunjungan dan permintaan pelayanan terendah terjadi pada Februari dengan 3.647 orang. Lalu, jumlah kunjungan dan pelayanan tertinggi terjadi pada Agustung dengan 5.704 orang pengunjung. (dit)

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#tulungagung #Pemkab Tulungagung #buku #perpustakaan tulungagung #perpustakaan #DAK Nonfisik #apbd