Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tiga Pekerjaan Langka di Tulungagung yang Dulu Ramai dan Kini Tinggal Kenangan

Yoga Dany Damara • Senin, 23 Juni 2025 | 12:25 WIB
Beberapa pekerjaan yang dulu ramai dijumpai di Tulungagung, namun kini hanya tersisa dalam cerita.
Beberapa pekerjaan yang dulu ramai dijumpai di Tulungagung, namun kini hanya tersisa dalam cerita.

TULUNGAGUNG- Tulungagung, yang kini dikenal sebagai Kota Marmer dengan geliat pembangunan yang pesat, ternyata menyimpan banyak cerita tentang pekerjaan lawas yang pernah berjaya.

Pekerjaan-pekerjaan ini dulunya begitu dekat dengan kehidupan masyarakat Tulungagung. Namun, seiring perubahan zaman dan kemajuan teknologi, pekerjaan-pekerjaan tersebut perlahan menghilang meninggalkan jejak kenangan bagi mereka yang sempat merasakannya.

Mari kita tengok kembali beberapa pekerjaan yang dulu ramai dijumpai di Tulungagung, namun kini hanya tersisa dalam cerita.

1. Tukang Patri: Sang Penyembuh Perabot Dapur

Di era 1970-1980-an, kehadiran tukang patri sangat vital di banyak kampung di Tulungagung. Setiap rumah pasti memiliki panci, ketel, atau wajan yang sewaktu-waktu bocor. Daripada membeli baru, warga lebih memilih memanggil tukang patri sang "dokter" perabot dapur.

Berbekal api kecil, batang patri (sejenis timah), dan keterampilan yang terasah, tukang patri mampu memperbaiki perabot yang berlubang agar bisa dipakai kembali.

Biasanya, mereka mangkal di pinggir pasar atau berkeliling kampung dengan sepeda. Kini, dengan maraknya produk rumah tangga murah dan budaya konsumsi yang lebih instan, jasa tukang patri nyaris hilang dari peredaran.

2. Tukang Gerobak Kayu: Merakit Kendaraan Tradisional

Sebelum truk kecil atau motor roda tiga menjadi pemandangan umum di jalanan Tulungagung, tukang gerobak kayu sangat dibutuhkan.

Mereka membuat berbagai jenis gerobak mulai dari gerobak dorong untuk pedagang keliling, gerobak besar pengangkut hasil bumi, hingga gerobak untuk kebutuhan hajatan.

Keahlian mereka bukan sekadar merangkai kayu. Setiap gerobak dikerjakan dengan presisi agar kuat menahan beban berat dan tahan lama. Kini, pekerjaan tukang gerobak kayu makin langka, tersingkir oleh kepraktisan kendaraan bermotor.

3. Tukang Sol Sepatu Keliling: Ahli Reparasi yang Dulu Dicari

Siapa yang tak ingat suara ketukan palu kecil di sudut pasar? Tukang sol sepatu keliling adalah sosok yang akrab di masa lalu. Dengan tas berisi alat sol dan lem, mereka berkeliling menawarkan jasa memperbaiki sepatu, sandal, atau tas kulit.

Dulu, memperbaiki sepatu adalah pilihan hemat dan bijak. Kini, dengan harga sepatu yang relatif terjangkau dan gaya hidup serba cepat, budaya memperbaiki barang pun kian pudar. Di pasar-pasar tradisional, sudah jarang kita temui tukang sol sepatu keliling seperti dulu.

Profesi Lain yang Mulai Terlupakan

Selain tiga pekerjaan di atas, masih banyak pekerjaan lawas yang kini tinggal kenangan di Tulungagung:

Tukang cukur keliling: dulunya berkeliling kampung membawa peralatan cukur sederhana. Kini digantikan oleh barbershop modern.

Penjual mainan tradisional: seperti gasing, ketapel, dan layangan, yang perlahan kalah oleh mainan elektronik.

Pembuat payung kertas: profesi yang dulu sempat populer untuk kebutuhan hajatan atau dekorasi.

Perubahan zaman memang tak terhindarkan. Namun, mengenang pekerjaan langka ini penting agar kita tidak melupakan bagian dari identitas lokal.

Setiap profesi punya cerita, punya peran di masa lalu, dan pantas diapresiasi.

Mungkin ada baiknya generasi muda Tulungagung kembali menggali dan mendokumentasikan kisah-kisah ini sebagai warisan budaya yang layak dikenang, meskipun zaman telah berganti. (*)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #pekerjaan #profesi #zaman