TULUNGAGUNG - Bayangkan pagi yang tenang, angin semilir menyapa wajah, dan roda sepeda yang melaju perlahan di antara hijaunya hamparan sawah. Itulah sensasi “nggowes” santai di Tulungagung bukan sekadar olahraga, tapi juga perjalanan nostalgia yang menyegarkan jiwa.
Di bawah langit pagi yang masih pucat, Tulungagung menawarkan jalur sepeda yang tak cuma ramah bagi pesepeda pemula, tapi juga kaya akan nuansa desa, sejarah, dan spot-spot cantik yang layak diabadikan.
Ini panduan jalur nggowes pagi di Tulungagung yang wajib kamu coba:
- Start: Alun-Alun Tulungagung – Menyapa Kota Lama
Mulailah dari Alun-Alun Tulungagung yang sudah ramai oleh pedagang dan warga lokal yang berolahraga. Suasana khas kota kecil yang hangat jadi pemanasan sempurna sebelum melaju ke arah pedesaan. Jangan lupa foto dulu di depan masjid agung atau taman kota.
- Menyusuri Jalan Menuju Desa Pucanglaban – Sawah dan Heningnya Pagi
Dari pusat kota, arahkan sepeda menuju selatan atau timur menuju area seperti Desa Pucanglaban, Gamping, atau Bangoan. Jalur ini menawarkan pemandangan persawahan luas yang kadang berkabut tipis saat pagi, memberikan efek adem dan menenangkan.
- Singgah di Spot Legendaris Jembatan Ngujang atau Stasiun Lama
Kalau memilih rute ke arah barat, sempatkan mampir ke Jembatan Ngujang yang menyebrangi Sungai Brantas tempat favorit banyak goweser untuk berhenti dan foto-foto. Alternatif lain, kamu bisa menuju area sekitar Stasiun Lama Tulungagung, yang menyimpan jejak sejarah dan aura klasik masa lalu.
- Desa Wisata Tanjungsari: Angkringan dan Suasana Lawas
Kalau ingin merasakan suasana desa yang masih alami, jalur ke arah Tanjungsari atau sekitarnya bisa jadi pilihan. Banyak angkringan pagi dan warung kopi tradisional yang bisa disinggahi untuk sarapan sederhana — mulai dari nasi pecel bungkus hingga kopi tubruk panas.
- Akhiri dengan Sunset Mini di Bendungan Wonorejo (opsional)
Kalau kamu masih punya tenaga lebih, teruskan rute ke arah Bendungan Wonorejo. Meski jaraknya agak jauh, pemandangan danau buatan yang tenang dan pepohonan rindang jadi penutup yang memuaskan sebelum kembali pulang.
Tips Nggowes Adem Jiwa:
Berangkat sebelum jam 6 pagi untuk dapat suasana paling sejuk.
Gunakan sepeda santai atau sepeda gunung ringan, karena jalur kombinasi aspal dan tanah.
Bawa air minum dan kamera/smartphone, banyak spot cantik yang nggak boleh terlewat.
Hormati warga desa dan tetap jaga kebersihan saat mampir di warung atau spot lokal.
Tulisan ini bukan sekadar panduan, tapi juga ajakan: yuk, rayakan pagi dengan cara yang sederhana namun bermakna. Nggowes di Tulungagung bukan cuma soal jarak yang ditempuh, tapi kenangan dan ketenangan yang ikut terbawa pulang.
Kalau kamu punya jalur favorit yang bikin adem jiwa, share juga, siapa tahu jadi rute nostalgia bersama! (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah