Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dua Siswa SD Negeri 1 Pojok Juarai Lomba Petanque Pelajar Tulungagung, Bermula dari Jemputan Guru

Sandy Sri Yuwana • Jumat, 25 Juli 2025 | 18:00 WIB

 

JUARA : Robith dan Khoirul siswa kelas 5, SDN 1 Pojok, ketika mengangkat piala sebagai juara 1 lomba petanque pelajar Tulungagung.
JUARA : Robith dan Khoirul siswa kelas 5, SDN 1 Pojok, ketika mengangkat piala sebagai juara 1 lomba petanque pelajar Tulungagung.

TULUNGAGUNG - Tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Muhammad Robith Hasany dan Mochammad Khoirul Huda, dua siswa kelas 5 SD Negeri 1 Pojok, Kecamatan Ngantru, bahwa mereka akan berdiri di podium juara.

Dengan penuh semangat dan kerja keras, keduanya berhasil meraih juara 1 kategori double open dalam Kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar se-Kabupaten Tulungagung cabang olahraga Petanque tingkat SD/MI.

Di balik prestasi mereka, ada sosok guru olahraga yang tak pernah lelah mendampingi, dialah Oppy Biall Indra Kurniawan, Ketua Kelompok Kerja Guru PJOK Kecamatan Ngantru sekaligus guru PJOK di SDN 1 Pojok. Perjalanan menuju kemenangan dimulai dari satu kesempatan kecil yang ia tangkap dengan penuh semangat.

“Saya dapat info dari teman pelatih cabang olahraga Petanque. Ia ingin mengadakan sosialisasi dan latihan bersama. Dari situ saya tertarik untuk mencoba mengikutkan murid saya,” terang Oppy.

Kesempatan itu menjadi awal perjalanan bagi Robith dan Khoirul. Meskipun mereka sama sekali belum mengenal olahraga Petanque sebelumnya, Oppy melihat ada potensi tersembunyi dalam diri mereka. Saat pelajaran PJOK di sekolah, kedua anak ini menunjukkan antusiasme dan kemampuan motorik yang baik.

Karena kondisi keluarga yang sebagian besar orang tuanya sibuk bekerja, Oppy tak segan mengantar jemput murid-muridnya untuk latihan.

“Saya berinisiatif memfasilitasi semuanya, dari antar jemput sampai pengarahan. Beruntung saya juga dibantu oleh pelatih Yudha dan para atlet senior binaannya,” ujar Oppy.

Meski berangkat dari nol, Robith dan Khoirul menunjukkan perkembangan signifikan dari hari ke hari. Proses latihan yang intens, kedisiplinan, dan kemauan belajar mereka menjadi kunci kemenangan.

“Mereka punya kemauan kuat. Itu yang saya lihat sejak awal,” tambahnya.

 

 

Dukungan pun mengalir deras, baik dari pihak sekolah maupun para orang tua. Kepala sekolah dan guru-guru memberikan dukungan penuh, sementara para wali murid lain mulai menunjukkan ketertarikan terhadap olahraga ini.

“Sudah ada beberapa orang tua yang 0menanyakan. Saya harap ini bisa jadi daya tarik dan semangat baru bagi murid-murid lainnya,” ucap Oppy.

Prestasi ini tak hanya menjadi kemenangan bagi dua siswa tersebut, tetapi juga tonggak awal kebangkitan Petanque di tingkat sekolah dasar di Tulungagung, khususnya SD Negeri 1 Pojok.

Oppy memastikan bahwa sekolah akan terus membina dan menyaring potensi atlet muda, bukan hanya di Petanque tetapi juga di berbagai cabang olahraga lainnya.

“Semoga ini menjadi awal yang baik. Tantangan ke depan tentu lebih berat: mempertahankan dan meningkatkan prestasi. Tapi saya yakin, dengan dukungan semua pihak, anak-anak ini bisa melangkah lebih jauh,” tutup Oppy penuh harap. (sri)

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#ngantru #tulungagung #Petanque