RADAR TULUNGAGUNG – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keamanan pangan dan obat tradisional dilanjutkan oleh anggota Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono.
Senin (25/8/2025) sore, bertempat di Kantor Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, ia melanjutkan kunjungannya di Tulungagung untuk mengadakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bersama tokoh masyarakat dan instansi terkait.
Hadir dalam kegiatan itu, forkopimcam Gondang dan juga dari perwakilan Balai Besar POM Surabaya yang menjelaskan beberapa materi terkait edukasi cara memilah dan memilih pangan, kosmetik, dan obat-obatan yang aman untuk dikonsumsi.
Baca Juga: Heru Tjahjono Dorong Masyarakat Memakai Produk Kecantikan dan Makanan yang Aman.
Sekitar 250 peserta tampak memenuhi aula desa. Mereka dari berbagai lapisan masyarakat setempat.
Dalam pemaparannya, Heru menekankan bahwa produk kosmetik maupun obat tradisional harus digunakan dengan bijak.
Apalagi saat ini banyak beredar produk-produk kecantikan yang murah-murah. Namun belum jelas kandungan dan legalitasmya.
“Banyak produk di pasaran yang tidak memiliki izin edar resmi. Kalau mengandung bahan kimia berbahaya, bisa merusak organ tubuh. Karena itu, masyarakat harus lebih teliti,” ungkapnya.
Heru juga menilai edukasi semacam ini penting agar masyarakat tidak mudah tergiur produk yang menjanjikan hasil instan.
Ia mengajak masyarakat tetap berkomitmen memilih produk aman dan berkualitas. “Obat tradisional punya manfaat jika benar-benar alami. Tapi jika dicampur bahan kimia, justru bisa membahayakan,” jelasnya.
Balai Besar POM Surabaya dalam kesempatan itu juga memberikan pengetahuan praktis, mulai dari cara membaca label kemasan hingga mengenali ciri produk yang aman.
Heru berharap, khususnya ibu-ibu PKK bisa menjadi motor penggerak di lingkungan masing-masing dalam menyebarkan informasi ini.
Tim Pelaksana Pelayanan Permintaan Informasi dan Pengaduan, Balai Besar Pom di Surabaya, Yuli Ekowati, menegaskan masyarakat harus aktif dan selalu mengecek produk kecantikan, pangan dan obat-obatan yang akan dikonsumsi.
“Sebenarnya mudah saja, tinggal cek di aplikasi BPOM Mobile, atau scan barcode jika ada. Kami ingin masyarakat semakin berhati-hati. Jangan mudah tergoda harga murah dari produk kecantikan atau obat yang tidak jelas.,” ujarnya.
"Karena ada beberapa produsen nakal yang menggunakan atau mengcopy legalitas produk lain agar seolah-olah produknya asli dan bersertifikat. Padahal palsu dan belum bisa dipertanggung jawabkan kandungannya," tambahnya lagi.
Acara berlangsung penuh interaksi. Peserta aktif bertanya mengenai tips memilih produk yang aman, hingga cara memastikan kosmetik yang digunakan bebas dari kandungan berbahaya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana