Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tradisi Jagong Bayi di Tulungagung Silaturahmi Sambil Bawa Berkat, Ternyata Ini Makna dan Manfaatnya

Yoga Dany Damara • Minggu, 21 September 2025 | 05:25 WIB

Hingga kini, meskipun zaman semakin modern, jagong bayi masih lestari di Tulungagung
Hingga kini, meskipun zaman semakin modern, jagong bayi masih lestari di Tulungagung

RADAR TULUNGAGUNG - Di Tulungagung, kelahiran seorang bayi bukan hanya kabar bahagia bagi keluarga, tapi juga menjadi momen kebersamaan bagi tetangga dan kerabat.

Tradisi ini dikenal dengan sebutan “jagong bayi”, yaitu kebiasaan datang ke rumah keluarga yang baru saja dianugerahi buah hati.

Baca Juga: Iwel-Iwel, Jajanan Penuh Filosofi yang Selalu Ada di Upacara Bayi Jawa Timur

Jagong bayi bukan sekadar berkunjung. Biasanya, para tamu membawa berkat berupa makanan, sembako, atau kue sebagai tanda ikut berbagi rezeki.

Suasana hangat langsung terasa: tuan rumah menyuguhkan hidangan sederhana, obrolan ngalor-ngidul pun mengalir, mulai dari cerita tentang si kecil hingga nasihat soal mengasuh bayi.

Baca Juga: Profesi Suami Mpok Alpa Jadi Sorotan, Sibuk Urus 4 Anak Termasuk Bayi Kembar

Yang menarik, tradisi ini bukan hanya mempererat hubungan sosial, tapi juga menjadi simbol gotong royong.

Dengan adanya jagong bayi, keluarga yang baru saja dikaruniai momongan merasa tidak sendirian. Mereka dikelilingi oleh doa, dukungan, dan perhatian dari lingkungan sekitar.

Baca Juga: Kue Putu, Jajanan Pasar Dulu Banyak Ditemui di Penjuru Tulungagung, Kini Hanya Hadir Saat Acara Tradisi

Hingga kini, meskipun zaman semakin modern, jagong bayi masih lestari di Tulungagung. Bukan hanya sebagai bentuk silaturahmi, tapi juga wujud nyata bahwa kebahagiaan akan lebih bermakna ketika dibagi bersama. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#bayi #tulungagung #jagongan #tradisi