RADAR TULUNGAGUNG - Di Tulungagung, kelahiran seorang bayi bukan hanya kabar bahagia bagi keluarga, tapi juga menjadi momen kebersamaan bagi tetangga dan kerabat.
Tradisi ini dikenal dengan sebutan “jagong bayi”, yaitu kebiasaan datang ke rumah keluarga yang baru saja dianugerahi buah hati.
Baca Juga: Iwel-Iwel, Jajanan Penuh Filosofi yang Selalu Ada di Upacara Bayi Jawa Timur
Jagong bayi bukan sekadar berkunjung. Biasanya, para tamu membawa berkat berupa makanan, sembako, atau kue sebagai tanda ikut berbagi rezeki.
Suasana hangat langsung terasa: tuan rumah menyuguhkan hidangan sederhana, obrolan ngalor-ngidul pun mengalir, mulai dari cerita tentang si kecil hingga nasihat soal mengasuh bayi.
Baca Juga: Profesi Suami Mpok Alpa Jadi Sorotan, Sibuk Urus 4 Anak Termasuk Bayi Kembar
Yang menarik, tradisi ini bukan hanya mempererat hubungan sosial, tapi juga menjadi simbol gotong royong.
Dengan adanya jagong bayi, keluarga yang baru saja dikaruniai momongan merasa tidak sendirian. Mereka dikelilingi oleh doa, dukungan, dan perhatian dari lingkungan sekitar.
Hingga kini, meskipun zaman semakin modern, jagong bayi masih lestari di Tulungagung. Bukan hanya sebagai bentuk silaturahmi, tapi juga wujud nyata bahwa kebahagiaan akan lebih bermakna ketika dibagi bersama. ****
Editor : Dharaka R. Perdana