RADAR TULUNGAGUNG – Aksi warga menanam pohon pisang di jalan berlubang di Desa/Kecamatan Ngunut, Tulungagung beberapa waktu lalu menuai perhatian publik.
Jalan poros sepanjang 200 meter yang masuk Lingkungan 8 Ngunut, Tulungagung tersebut kondisinya rusak, berlubang dan sering mengakibatkan kecelakaan.
Camat Ngunut, Sutrisno, mengapresiasi langkah warga yang peduli dengan kondisi jalan rusak, sekaligus memastikan bahwa perbaikan segera dilakukan Pemkab Tulungagung.
“Memang betul, jalan itu poros kabupaten, dari Perempatan Kidangan, Kecamatan Ngunut sampai Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol. Di titik lingkungan delapan, warga menanam pohon sebagai tanda keprihatinan. Saya sendiri mengakui, itu bentuk kepedulian masyarakat,” terang Sutrisno, Sabtu (20/9/2025).
Menurut dia, jalur tersebut sebenarnya sudah masuk dalam program perbaikan Dinas PUPR Tulungagung melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini.
“Insya Allah, Oktober mulai dikerjakan. Tidak hanya ruas Kidangan–Podorejo, tapi juga ruas Sambijajar juga rencananya segera diperbaiki. Jadi, khususnya di wilayah saya Kecamatan Ngunut, masyarakat harap bersabar,” tambahnya.
Sutrisno menjelaskan, panjang jalan poros tersebut sebenarnya mencapai sekitar 6 kilometer. Namun titik jalan berlubang yang sempat ditanami pohon warga di Lingkungan delapan memiliki panjang kurang lebih 150–200 meter.
“Kalau dari Kidangan sampai Podorojo itu sekitar 6 kilometer, semuanya akan dikerjakan bertahap,” ujarnya.
Pemerintah kecamatan bersama kepolisian dan muspika juga sempat membantu warga melakukan penutupan darurat pada lubang-lubang jalan dengan cor sementara agar mengurangi risiko kecelakaan.
Selain itu, Dinas PU di Kawedanan Ngunut juga sudah memasang tanda peringatan di sekitar 10 titik jalan yang rusak parah.
“Upaya warga menutup jalan dengan cara manual itu sifatnya sementara. Alhamdulillah warga bisa memahami kalau proyek ini memang sudah masuk dan tinggal tunggu waktu pelaksanaan,” jelasnya.
Dengan adanya kepastian perbaikan, Sutrisno berharap masyarakat tetap sabar menunggu dan berhati-hati saat melintasi jalur tersebut, mengingat kerusakan jalan rawan menimbulkan kecelakaan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana