Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pancasila Tidak Cukup Hanya Dilafalkan Secara Lisan, Begini Pandangan Akademisi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 1 Oktober 2025 | 20:39 WIB

HARUS DILAKSANAKAN: Setiap tanggal 1 Oktober diperingati Hari Kesaktian Pancasila.
HARUS DILAKSANAKAN: Setiap tanggal 1 Oktober diperingati Hari Kesaktian Pancasila.

RADAR TULUNGAGUNG - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2025, menjadi momentum untuk kembali merefleksikan pentingnya nilai dasar negara dalam kehidupan berbangsa, tak terkecuali di Tulungagung

Akademisi Pendidikan Kewarganegaraan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU), Muhammad Reza Dzulfikri, menegaskan bahwa Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diinternalisasikan sejak usia dini.

Baca Juga: Pancasila Benar-benar Sakti dalam Menghadapi Beragam Dinamika, Benteng Ideologi Indonesia dari Masa ke Masa

“Pancasila itu jangan berhenti di teks atau hafalan. Nilainya harus masuk ke perilaku nyata, sejak anak-anak masih di PAUD, TK hingga sekolah dasar,” ungkap dosen asal Desa Bendiljati Kulon, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung itu.

Menurut dia, cara sederhana dapat dilakukan melalui pembiasaan sehari-hari, misalnya mengajarkan anak-anak untuk saling membantu ketika ada teman yang kesulitan, belajar menghormati perbedaan doa antaragama, hingga menyelesaikan persoalan kecil dengan musyawarah. “Itu wujud konkret penerapan Pancasila sejak dini,” ujarnya.

Baca Juga: Puan Maharani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Tegaskan Tekad Amalkan Nilai Luhur Bangsa

Reza menambahkan, kesaktian Pancasila bukan hanya kenangan sejarah dari peristiwa G30S/PKI 1965, melainkan bukti bahwa ideologi ini mampu bertahan dari berbagai ancaman, baik dari luar maupun dalam negeri.

Dia mengingatkan bahwa tantangan era modern berbeda. Bukan lagi pemberontakan bersenjata, melainkan munculnya intoleransi, polarisasi politik, hoaks, dan meningkatnya individualisme.

Baca Juga: Kumpulan Ucapan Hari Kesaktian Pancasila 2025, Cocok untuk Caption Media Sosial

“Di sinilah Pancasila berfungsi sebagai kompas moral. Ia (Pancasila) menuntun kita menjaga solidaritas, toleransi, dan keadilan. Karena itu, saya menekankan pentingnya sila ketiga, Persatuan Indonesia. Jangan sampai bangsa ini terpecah hanya karena perbedaan pilihan atau terpengaruh berita palsu,” jelasnya.

Dia memberi pesan khusus kepada generasi muda, terutama Gen Z di Tulungagung. Mereka diminta tidak menjadikan Pancasila sekadar simbol atau hapalan di atas kertas, melainkan menghidupkan nilai-nilainya di sekolah, kampus, dunia kerja, maupun di ruang digital.

Baca Juga: Vinca Rosea Meharunnisa Hadi, Penyanyi Cilik Tulungagung yang Rilis Lagu Pancasila Indonesia, Ini Misinya

“Gen Z harus mampu menjaga etika dalam bermedia sosial, menghargai perbedaan, dan kembali menghidupkan gotong royong. Nilai itu sekarang mulai luntur, padahal justru itulah kekuatan asli bangsa Indonesia,” pesannya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini diharapkan menjadi sarana menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga persatuan, toleransi, dan nilai kemanusiaan bukan hanya tugas negara, melainkan kewajiban seluruh lapisan masyarakat. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#kesaktian pancasila #tulungagung #dasar negara #UIN SATU