Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Momentum Hari Kesaktian Pancasila harus Diimbangi dengan Implementasi Nyata di Era Digital, Berikut Contohnya

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 1 Oktober 2025 | 20:55 WIB

Apa Itu Kesaktian Pancasila? Kesaktian Pancasila merujuk pada keteguhan ideologi bangsa Indonesia.
Apa Itu Kesaktian Pancasila? Kesaktian Pancasila merujuk pada keteguhan ideologi bangsa Indonesia.

RADAR TULUNGAGUNG - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di era digital saat ini harus diimbangi dengan pengimplementasian nilai luhur Pancasila yang kukuh.

Apalagi pada era ini, masyarakat bisa dengan mudah berinteraksi dengan sesama, baik secara langsung maupun di ruang digital.

“Ketika kita berselancar di media sosial maupun berinteraksi langsung di masyarakat, nilai-nilai Pancasila seharusnya tetap menjadi pedoman,” ujar Koordinator Dosen Mata Kuliah Kewarganegaraan Universitas Bhineka PGRI Tulungagung, Andreas Andrie Djatmiko.

Baca Juga: Pancasila Tidak Cukup Hanya Dilafalkan Secara Lisan, Begini Pandangan Akademisi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Namun, Andreas juga menyoroti sejumlah tantangan besar dalam menjaga relevansi Pancasila di era globalisasi dan digitalisasi, setidaknya ada empat masalah utama yang harus diwaspadai.

Yakni, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, polarisasi sosial di media, kesenjangan digital, serta rendahnya literasi digital masyarakat.

Dia mengungkapkan keprihatinannya terhadap generasi muda yang dinilai mulai menjauh dari nilai-nilai luhur bangsa.

Baca Juga: Pancasila Benar-benar Sakti dalam Menghadapi Beragam Dinamika, Benteng Ideologi Indonesia dari Masa ke Masa

“Sikap acuh, kurang etika, serta ketertarikan terhadap konten negatif membuat karakter generasi muda semakin rentan. Padahal, mereka seharusnya menjadi penjaga nilai-nilai Pancasila,” tegasnya.

Dalam konteks ini, dunia pendidikan, terutama mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, memiliki peran penting.

Menurut dia, pendidikan tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menanamkan praktik nilai-nilai Pancasila dalam keseharian siswa. “Guru harus memberi teladan nyata agar Pancasila benar-benar menjadi fondasi hidup,” tambah Andreas.

Baca Juga: Puan Maharani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Tegaskan Tekad Amalkan Nilai Luhur Bangsa

Terkait persoalan bangsa, Andreas menegaskan bahwa Pancasila masih sangat relevan, terutama untuk menjawab isu intoleransi, polarisasi politik, hingga degradasi moral.

Dia menilai persoalan intoleransi yang terus muncul menjadi bukti bahwa nilai sila pertama Pancasila belum benar-benar dihayati.

Dia mendorong lembaga pendidikan untuk lebih kreatif dalam mengkomunikasikan nilai Pancasila, terutama kepada generasi Z dan Alpha.

Menurut dia, nilai-nilai itu sebenarnya telah ada dalam kehidupan sehari-hari, seperti sikap gotong royong, menghormati perbedaan, dan penyelesaian masalah secara kekeluargaan.

Baca Juga: Kumpulan Ucapan Hari Kesaktian Pancasila 2025, Cocok untuk Caption Media Sosial

“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila selalu mengingatkan kita bahwa bangsa ini bisa tetap berdiri tegak karena memiliki dasar negara yang kokoh. Jika benar-benar dipahami dan diterapkan, Pancasila akan membuat Indonesia semakin kuat di tengah arus globalisasi,” jelasnya.

Andreas menegaskan, peran akademisi juga mutlak diperlukan dalam menjaga kesaktian Pancasila di ruang publik. Dia turut berpesan sederhana kepada generasi muda.

“Harapan saya, setiap kita merayakan Hari Kesaktian Pancasila, masalah intoleransi benar-benar hilang dari Indonesia. Kemerdekaan ini bukan hasil perjuangan satu golongan saja, melainkan seluruh elemen bangsa,” pungkasnya.****

Editor : Dharaka R. Perdana
#kesaktian pancasila #Nilai Luhur #era digital