RADAR TULUNGAGUNG - Besok Tulungagung genap berusia 820 tahun yang terhitung usia yang tidak muda lagi untuk usia sebuah daerah.
Dengan usia 8 abad lebih, tentu Tulungagung sudah melintasi berbagai masa yang menjadi sejarah perkembangan kabupaten di pesisir selatan Jawa Timur ini.
Berbicara potensi Tulungagung pun cukup banyak dan beberapa di antaranya diabadikan sebagai julukan. Berikut ulasannya.
1. Kota Marmer
Tulungagung terkenal sebagai pusat industri marmer dan onyx terbesar di Indonesia, terutama di wilayah Campurdarat.
Produk seperti patung, lantai, wastafel, hingga ornamen ekspor menjadikan julukan ini melekat kuat sejak puluhan tahun lalu.
Baca Juga: Razia Sejumlah Warung Kopi dan Kafe, Polisi Tulungagung Tidak Temukan Peredaran Miras Tak Berizin
2. Kota Cethe
Julukan ini muncul dari tradisi masyarakat Tulungagung yang gemar mencethe atau menghias rokok kretek dengan ampas sisa kopi memakai lidi.
Seni mencethe ini populer terutama di daerah pedesaan, dan Tulungagung menjadi salah satu pusatnya.
Baca Juga: Warung Kopi di Tulungagung Sering Dianggap Ruang Publik Mini Ketika Pagi Tiba, Ini Alasannya
3. Bumi Lawadan
Istilah “Lawadan” merujuk pada prasasti yang ditemukan di Desa Wateskroyo, Kecamatan Besuki.
Lawadan dianggap sebagai salah satu pusat penting pada masa Kerajaan Kadiri, sehingga Tulungagung mendapat julukan Bumi Lawadan, tanah yang kaya peninggalan sejarah kuno.
Baca Juga: Rahasia Kenapa Banyak Warung Kopi di Tulungagung Selalu Ada Catur dan Karambol
4. Bumi Gayatri
Julukan ini berkaitan dengan keberadaan Makam Tribhuwanatunggadewi atau Gayatri Rajapatni—tokoh sentral Kerajaan Majapahit yang diyakini dimakamkan di Boyolangu.
Sosok Gayatri dihormati sebagai ibu para raja Majapahit, sehingga Tulungagung dijuluki Bumi Gayatri.
5. Bumi Ingandaya
“Ingandaya” berasal dari singkatan industri, pangan, dan budaya. Julukan Bumi Ingandaya menegaskan identitas Tulungagung sebagai kawasan dengan beragam potensi alam yang dimiliki. ****
Editor : Dharaka R. Perdana