Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Golkar Turun ke Akar Rumput, Jairi Irawan Gelar Diskusi Sejarah Banjir Bersama Pemuda Tulungagung

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 19 November 2025 | 18:12 WIB
Jairi Irawan ketika berfoto bersama undangan dan narasumber bedah buku
Jairi Irawan ketika berfoto bersama undangan dan narasumber bedah buku

RADAR TULUNGAGUNG – Suasana Gedung DPD Golkar Tulungagung, Selasa (18/11) siang, tampak lebih hidup dari biasanya. Sejak pukul 13.00, puluhan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat umum mulai berdatangan mengikuti Reses Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur sekaligus Ketua DPD Golkar Tulungagung, Jairi Irawan, yang kali ini dikemas dalam bentuk Bedah Buku “Banjir Tulungagung (Bencana dan Penanggulangannya Tahun 1942–1986)”.

Kegiatan yang dihadiri lebih dari 100 peserta itu menghadirkan dua akademisi yang kompeten di bidangnya, yaitu Latif Kusairi, S.Hum., M.A seorang Dosen UIN Solo dan Dr. Dwi Cahyono seorang Budayawan dan Arkeolog Tulungagung

Keduanya menjadi narasumber dalam diskusi yang membedah sejarah panjang bencana banjir di Tulungagung, sekaligus mengajak peserta memahami bagaimana pola penanganan bencana berubah dari masa ke masa.

Sebagai Ketua DPD Golkar Tulungagung terpilih serta Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan memanfaatkan momentum reses ini bukan hanya untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga untuk mendekatkan diri kepada pemuda dan kelompok intelektual.

Konsolidasi Golkar, menurut Jairi, tidak sekadar dilakukan lewat simbol bendera, tetapi melalui program-program substantif yang menyentuh kebutuhan publik.

Di sela kegiatan, beberapa tokoh pemuda tampak hadir, menunjukkan bahwa upaya Jairi menggandeng generasi muda mulai menyentuh basis-basis baru.

Diskusi mengenai sejarah bencana banjir di Tulungagung menjadi jembatan untuk merumuskan gagasan pembangunan yang lebih visioner.

Jairi menjelaskan bahwa membaca sejarah berarti mempersiapkan masa depan. “Kebijakan harus terintegrasi antara masa lalu dan masa depan. Kita harus melihat perspektif sejarah dan sekaligus merumuskan solusi untuk masa depan,” tegasnya.

Ia menambahkan, reses kali ini diharapkan menjadi medium untuk menggali pengetahuan lama yang relevan, terutama terkait mitigasi bencana, perubahan ekologi, dan arah kebijakan pembangunan Tulungagung.

Dua narasumber akademisi memberikan sudut pandang mendalam mengenai buku yang dibedah.

Latif Kusairi dan Dr. Dwi Cahyono menjelaskan bahwa buku tersebut bukan sekadar catatan kronologis, tetapi rekaman panjang bagaimana Tulungagung menghadapi bencana dari masa ke masa.

“Buku ini disusun dengan setting sejarah, namun fokus pada bencana banjir dan penanggulangannya sejak era kolonial Belanda, Jepang, masa kemerdekaan, hingga pasca kemerdekaan,” ungkap para narasumber.

Baca Juga: Alasan Hamim Gagal Melenggang Sebagai Ketua DPD Golkar Tulungagung Terkuak, Ternyata Ada Hal Krusial yang Tidak Bisa Dipenuhi

Diskusi mengupas bagaimana dinamika lingkungan, kebijakan tata air, hingga perubahan pola pemukiman masyarakat mempengaruhi potensi banjir yang terus berulang di beberapa titik di Tulungagung.

Peserta tampak begitu antusias mengikuti jalannya bedah buku. Beberapa melontarkan pertanyaan seputar kondisi banjir terkini di Tulungagung, relevansi data historis dengan kondisi modern, serta kemungkinan penerapan konsep mitigasi bencana di masa depan.


Melalui reses berbasis diskusi literasi dan sejarah ini, Jairi Irawan menunjukkan bahwa pendekatannya dalam membangun komunikasi politik tidak hanya bergerak di wilayah program sosial, tetapi juga intelektual dan akademik.

Kehadiran pemuda dan mahasiswa menjadi sinyal kuat bahwa Golkar di bawah kepemimpinan Jairi mulai membuka ruang baru bagi generasi yang ingin terlibat dalam pembahasan isu strategis daerah.

Acara berakhir menjelang sore, namun diskusi tetap hangat dibicarakan oleh peserta yang enggan beranjak. Di Gedung DPD Golkar Tulungagung, siang itu bukan hanya membedah buku, tetapi juga membedah masa lalu demi menata masa depan Tulungagung. 

Editor : Sandy Sri Yuwana
#tulungagung #tulungagung hari ini #reses #golkar #Jairi Irawan #dprd jatim