RADAR TULUNGAGUNG – Akses menuju Kecamatan Sendang sempat terputus total pada Kamis (4/12) akibat dua titik pohon tumbang yang terjadi secara hampir bersamaan.
Insiden ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Karangrejo dan sekitarnya sejak siang hari.
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Robinson P. Nadeak, menjelaskan bahwa pohon tumbang pertama terjadi di jalan raya utama menuju Kecamatan Sendang, tepatnya di kawasan Desa Gedangan Kecamatan Karangrejo.
Baca Juga: Misteri Potongan Kayu Saat Banjir, Warga Bisa Bedakan Asal Muasalnya, Ini Tanda-Tandanya
Pohon berukuran besar melintang di badan jalan sehingga kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun arus transportasi warga terganggu total. Pengguna jalan harus berhenti dan mencari jalur alternatif, yang sayangnya tidak banyak tersedia di kawasan tersebut,” ujarnya.
Tak lama setelah laporan pertama masuk, BPBD kembali menerima kabar mengenai pohon tumbang kedua di jalur penghubung antar desa.
Baca Juga: Mitigasi Banjir, Langkah Nyata Mencegah Bencana Sebelum Terjadi di Musim Penghujan
Pohon roboh menutup total akses antara Desa Punjul (Kecamatan Karangrejo) dan Desa Dono (Kecamatan Sendang). Kondisi ini membuat mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi dan sosial, terhambat.
Robinson menuturkan bahwa pihaknya langsung mengerahkan tim untuk melakukan upaya penanganan cepat.
Petugas membawa peralatan pemotong dan perlengkapan keselamatan untuk mempercepat proses pembersihan batang dan dahan yang berserakan.
Baca Juga: 7 Pesona Bahari Panggul Trenggalek: Jelajahi Keindahan Pantai Alami yang Memukau
“Penanganan dilakukan secara paralel. Kami berupaya membuka akses secepat mungkin mengingat jalan tersebut merupakan salah satu jalur penting masyarakat,” jelasnya.
Robinson menambahkan bahwa insiden pohon tumbang di kawasan Karangrejo–Sendang bukan yang pertama kali terjadi.
Kondisi geografis yang didominasi area perbukitan dengan pepohonan besar membuat wilayah ini rawan ketika hujan deras turun dalam durasi panjang.
“Kami mengingatkan warga agar selalu berhati-hati, terutama saat melintasi jalur perbukitan pada musim hujan. Apabila melihat pohon miring atau berisiko tumbang, segera laporkan agar bisa dilakukan tindakan preventif,” kata Robinson.
Hingga Kamis malam, proses pembersihan material pohon telah dilakukan, dan akses perlahan kembali dibuka. BPBD terus melakukan pemantauan untuk mencegah kejadian serupa di titik-titik rawan lainnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana