RADAR TULUNGAGUNG - Akhir tahun di Tulungagung selalu punya suara khas. Bukan hanya letupan kembang api atau hitung mundur di televisi, tapi juga bunyi terompet yang bersahutan dari gang kecil sampai jalan raya.
Suara yang kadang fals, kadang terlalu keras, tapi entah kenapa selalu berhasil menandai tahun benar-benar akan berganti.
Terompet bukan sekadar mainan akhir tahun. Di Tulungagung, ia sudah seperti simbol kecil kegembiraan sederhana.
Dibeli dadakan, dimainkan ramai-ramai, lalu sering kali disimpan entah di mana setelah malam tahun baru lewat.
Tapi agar momen itu tetap seru dan tidak berakhir kecewa, membeli terompet juga perlu sedikit pertimbangan.
Baca Juga: Wajib Datang! Yamaha Rev Festival Siap Geber Senayan Park (SPARK) Untuk Tutup Akhir Tahun 2025
Pertama, pilih suara yang enak didengar.Tidak semua terompet berbunyi nyaring dengan baik. Ada yang bunyinya terlalu serak, ada juga yang cepat “habis napas”.
Coba tiup dulu sebelum membeli. Kalau suaranya bikin telinga sendiri tidak nyaman, apalagi tetangga.
Baca Juga: Liburan Akhir Tahun ke Pantai Gemah Tulungagung, Destinasi Favorit Liburan Keluarga
Kedua, perhatikan bahan dan kekuatan.Akhir tahun identik dengan dimainkan anak-anak. Pilih terompet yang tidak terlalu tipis dan mudah penyok.
Terompet yang agak tebal biasanya lebih awet, setidaknya cukup untuk satu malam penuh tanpa drama.
Ketiga, sesuaikan dengan suasana. Kalau merayakan tahun baru di rumah bersama keluarga, terompet kecil sudah cukup.
Tidak perlu yang ukurannya berlebihan. Riuh tidak selalu berarti paling keras. Kadang cukup satu-dua bunyi untuk menandai pergantian waktu.
Keempat, beli seperlunya.Di Tulungagung, keseruan sering muncul dari hal sederhana. Tidak perlu borong banyak hanya karena murah. Satu terompet bisa bergantian dimainkan, sisanya biar jadi cerita lucu tahun depan.
Akhir tahun memang hanya datang sekali setahun. Terompet mungkin terdengar sepele, tapi dari bunyi-bunyi itulah kenangan kecil tercipta.
Tentang tawa, tentang kebersamaan, dan tentang cara sederhana orang-orang Tulungagung menyambut hari baru.
Karena pada akhirnya, yang dirayakan bukan sekeras apa terompet dibunyikan, melainkan momen saat semua orang berhenti sejenak, lalu tersenyum menyambut tahun yang akan datang ****
Editor : Dharaka R. Perdana