RADAR TULUNGAGUNG – Ketua Askab PSSI Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengecam keras insiden tendangan kungfu yang menimpa pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, dalam laga babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1).
Dia menilai aksi pemain PS Putra Jaya Pasuruan tersebut sangat brutal dan dilakukan secara sengaja sehingga membahayakan keselamatan atlet.
Menurut Ahmad Baharudin yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung itu, pelanggaran keras tersebut sudah melampaui batas kewajaran dalam sepak bola dan tidak bisa hanya diselesaikan dengan kartu merah dari wasit.
Dia berharap pelaku mendapatkan sanksi berat berupa larangan bermain di seluruh kompetisi sepak bola di Indonesia.
“Kalau melihat kejadiannya itu sangat brutal dan sengaja. Harapan saya, pemain tersebut tidak hanya diberi kartu merah, tetapi juga mendapat sanksi larangan bermain di semua kompetisi di Indonesia karena membahayakan pemain lain dan atlet secara umum,” tegasnya.
Terkait kondisi korban, Ahmad Baharudin menjelaskan bahwa Firman Nugraha telah menjalani pemeriksaan rontgen. Namun hingga kini hasil pemeriksaan tersebut masih belum diterimanya secara lengkap.
“Kemarin yang bersangkutan sudah dilakukan rontgen, tetapi saya belum tahu hasilnya. Hari ini setelah hasilnya keluar baru bisa ditentukan langkah selanjutnya, apakah perlu dirawat atau cukup diistirahatkan,” ujarnya.
Dia menambahkan, secara fisik, Firman terlihat masih cukup kuat sesaat setelah kejadian. Namun, dampak cedera pada atlet kerap baru terasa beberapa waktu kemudian.
Maka, dia menunggu hasil medis secara menyeluruh untuk memastikan kondisi sebenarnya. “Kadang atlet setelah kejadian belum merasakan efeknya langsung. Nanti setelah hasil pemeriksaan keluar, baru bisa dipastikan dampaknya,” katanya.
Atas kejadian tersebut, PSSI Askab Tulungagung secara resmi menyatakan sikap mengecam aksi kekerasan di lapangan dan akan mengusulkan kepada panitia Liga 4 Jawa Timur serta PSSI Jawa Timur agar pelaku mendapat sanksi tambahan.
“Kami mengecam keras kejadian ini dan akan mengusulkan kepada panitia Liga 4 Jawa Timur agar pemain yang bersangkutan tidak hanya mendapat kartu merah, tetapi juga sanksi lanjutan,” pungkasnya.
Editor : Sandy Sri Yuwana