Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kecelakaan Lalu Lintas di Tulungagung Naik 40 Persen Selama Libur Nataru, Lima Orang Meninggal Dunia

Dharaka R. Perdana • Selasa, 6 Januari 2026 | 23:30 WIB

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Taufik Nabila.
Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Taufik Nabila.

RADAR TULUNGAGUNG - Angka kecelakaan lalu lintas di Tulungagung mengalami lonjakan signifikan selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025.

Selama operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tersebut, lima orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Taufik Nabila mengungkapkan, Operasi Lilin Semeru 2025 yang berlangsung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 mencatat sebanyak 39 kejadian kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga: 21 Juta Masyarakat Gunakan Angkutan Umum saat Libur Nataru Lalu, Menhub Dudy: Naik 12,48 Persen

“Dari total kejadian tersebut, 59 orang mengalami luka-luka dan lima orang meninggal dunia,” ujar AKP Mohammad Taufik Nabila, Senin (5/1/2026).

Menurut dia, jumlah kecelakaan tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pasalnya pada Operasi Lilin Semeru 2024 lalu, tercatat hanya 22 kejadian kecelakaan dan tidak ada korban jiwa. “Jika dibandingkan tahun 2024, angka kecelakaan meningkat sekitar 40 persen,” jelasnya.

Baca Juga: Libur Nataru Membawa Berkah bagi Tukang Permak Celana di Jalan Adisucipto Tulungagung, Kantongi Penghasilan Lumayan

Taufik menambahkan, mayoritas kecelakaan yang terjadi melibatkan sepeda motor. Baik kecelakaan antar sepeda motor maupun antara sepeda motor dengan mobil.

“Kecelakaan ini ada yang antara sepeda motor dengan sepeda motor, maupun mobil dengan sepeda motor,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Taufik memastikan bahwa seluruh kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia terjadi di luar jalur wisata.

Baca Juga: Ramai Lancar, JLS Tulungagung - Trenggalek Dipenuhi Berbagai Jenis Kendaraan saat Libur Tahun Baru

Hal ini menunjukkan bahwa kepadatan arus kendaraan di kawasan wisata tidak secara langsung berkontribusi terhadap fatalitas kecelakaan.

Meski angka kecelakaan meningkat, pihak kepolisian menegaskan bahwa secara umum pelaksanaan pengamanan libur Natal dan Tahun Baru 2026 di Tulungagung berjalan dengan lancar dan kondusif.

“Kepadatan arus lalu lintas hanya terjadi di pintu keluar Jalur Lintas Selatan (JLS) simpang tiga Besuki, terutama pada sore hari saat masyarakat kembali dari lokasi wisata,” ungkapnya.

Kepadatan tersebut, lanjut Taufik, dipicu oleh limpahan kendaraan wisatawan dari kawasan pantai di Trenggalek yang masuk ke wilayah Tulungagung.

"Saat sore tiba suasana di sekitar Pantai Gemah sudah sepi. Namun ada limpahan kendaraan dari Trenggalek," tandasnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#kecelakaan lalu lintas #tulungagung #Operasi Lilin Semeru 2025