RADAR TULUNGAGUNG – Nilai kepedulian sosial dan spiritual terus dijaga oleh keluarga besar PG Modjopanggoong.
Menjelang penutupan musim giling 2025, para karyawan pabrik gula ini kembali menggelar santunan anak yatim yang rutin dilaksanakan setiap Jumat Legi.
Bertempat di Masjid An-Nur PG Modjopanggoong, Jumat Legi (9/1), sebanyak 102 anak yatim menerima tali asih yang bersumber murni dari kepedulian karyawan.
Kegiatan ini menjadi istimewa karena sepenuhnya lahir dari inisiatif pribadi para karyawan, mulai dari jajaran manajemen hingga pekerja operasional.
Santunan tersebut bukan merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melainkan hasil patungan sukarela yang dikumpulkan secara rutin setiap Jumat Legi.
General Manager PG Modjopanggoong, Sugiyanto, menyampaikan bahwa tradisi berbagi ini telah lama menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan pabrik.
Selain sebagai wujud empati, santunan juga dimaknai sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan dalam setiap proses produksi.
“Ini murni dari hati karyawan, bukan program perusahaan. Kami meyakini doa anak-anak yatim menjadi penguat batin bagi seluruh keluarga besar PG Modjopanggoong, terlebih saat menutup musim giling 2025,” ujarnya.
Suasana haru dan kebersamaan terasa usai salat Jumat.
Anak-anak yatim tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari doa bersama hingga penyerahan santunan.
Senyum polos mereka menjadi pengingat akan pentingnya berbagi dan saling menguatkan.
Sugiyanto menjelaskan, PG Modjopanggoong memiliki dua agenda santunan utama.
Pertama, santunan tahunan yang digelar saat buka giling. Kedua, santunan rutin Jumat Legi yang dilaksanakan secara mandiri oleh karyawan dan tetap berjalan hingga penutupan giling.
“Alhamdulillah, musim giling 2025 dapat kami lalui dengan aman dan lancar. Kami berharap hasil yang diperoleh membawa manfaat, berkah, dan menjadi kebaikan bagi karyawan, perusahaan, serta masyarakat sekitar,” tambahnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran manajer, takmir Masjid An-Nur, serta tokoh agama yang memimpin doa bersama untuk keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan PG Modjopanggoong ke depan.
Melalui tradisi ini, PG Modjopanggoong tidak hanya menutup musim giling 2025 dengan capaian produksi, tetapi juga dengan nilai kemanusiaan dan spiritual yang kuat, menjadikan industri dan kepedulian sosial berjalan beriringan. (yay)
Editor : Vidya Sajar Fitri