Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pemkab Bakal Evaluasi MBG di Tulungagung, Wabup Ahmad Baharudin Minta Masyarakat Tetap Tenang

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 21 Januari 2026 | 19:01 WIB

 

Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin
Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin

RADAR TULUNGAGUNG – Dugaan keracunan akibat konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 3 Boyolangu menjadi perhatian serius Pemkab Tulungagung. Apalagi ini menjadi kasus kedua setelah kasus pertama yang terjadi di SMPN 1 Boyolangu pada Oktober 2025 lalu.

Pemkab pun bakal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Tulungagung demi menjamin keberlanjutan program nasional tersebut.

Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengimbau masyarakat untuk tetap tenang menyikapi kejadian dugaan keracunan MBG yang terjadi di SMKN 3 Boyolangu.

Dia meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut merupakan keracunan makanan. “Saya mengimbau kepada masyarakat Tulungagung agar tetap tenang dan jangan menganggap ini sebagai keracunan. Bisa jadi kondisi anak-anak sedang kurang fit, atau jadwal makan yang terlalu lama setelah dimasak,” ujar Ahmad Baharudin.

Menurutnya, tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut dan pasti kejadian seperti ini tidak diharapkan oleh semua pihak. “Saya yakin ini tidak ada unsur kesengajaan dan bukan kejadian yang kita inginkan,” tegasnya.

Pemkab Tulungagung kini tengah menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Inafis kepolisian dan dinas kesehatan guna memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa. “Kita menunggu hasil dari uji lab. Nanti hasilnya bagaimana, baru kita sampaikan ke masyarakat,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, dapur MBG atau SPPG yang melayani SMKN 3 Boyolangu untuk sementara waktu dihentikan operasionalnya agar dapat dilakukan evaluasi dan persiapan yang lebih matang. “Sementara kita berhentikan dulu agar bisa dilakukan evaluasi dan persiapan yang lebih matang,” jelas Ahmad Baharudin.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Tulungagung ini menegaskan bahwa seluruh dapur MBG di Tulungagung akan dievaluasi. “Kejadian seperti ini kita jadikan evaluasi untuk dapur-dapur atau SPPG yang lain, supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa kemarin (20/1), setelah terjadi dugaan kasus tersebut, pemkab telah mengumpulkan pihak SPPG, mitra, dan penyuplai di kantor bappeda untuk membahas persoalan teknis dan kualitas bahan makanan.

Pertemuan tersebut juga membahas terkait gangguan pencernaan yang terjadi di SMKN 3 Tulungagung. “Kemarin juga sudah dikumpulkan SPPG dengan mitra di bappeda, termasuk penyuplai. Kita harapkan kualitasnya yang terbaik,” ujarnya.

Ahmad Baharudin menegaskan bahwa pemerintah daerah memberi perhatian serius terhadap program MBG karena merupakan program unggulan pemerintah pusat.

“Ini program nasional, harus disukseskan. Semua pihak harus mengawasi agar program ini berjalan sesuai kebutuhan Pak Presiden Prabowo,” katanya.

Terkait penyebab pasti kejadian ini, dia menyebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Kita belum tahu kesalahannya dari pihak mana. Di dapur sudah ada pembagian tugas mulai dari penyuplai, penyimpanan, persiapan, memasak, sampai distribusi. Semua akan ditelusuri setelah hasil uji lab keluar,” pungkasnya.

Editor : Sandy Sri Yuwana
#tulungagung