RADAR TULUNGAGUNG – Meningkatnya potensi kenakalan remaja di kalangan pelajar menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung.
OPD di Jalan Ki Mangunsarkoro ini menyebut kenakalan remaja saat ini didominasi pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP).
Fenomena tawuran antarpelajar hingga ancaman penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu concern utama disdik dalam kebijakan pendidikan tahun 2026.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik, Sukowinarno menilai, perkembangan perilaku remaja saat ini perlu diantisipasi sejak dini agar tidak menyimpang dari tujuan pendidikan.
“Ini menjadi perhatian kami. Terutama di jenjang SMP. Kalau SD relatif tidak terlalu, tapi SMP ini yang perlu benar-benar diwaspadai,” ujarnya.
Menurutnya, indikasi meningkatnya kenakalan remaja terlihat dari berbagai informasi yang beredar, termasuk di media sosial.
Kondisi tersebut mendorong disdik untuk memperkuat upaya pencegahan melalui pendekatan lintas sektor.
“Kami sedang membangun komunikasi dengan dinas sosial dan juga akan menggandeng kepolisian. Ini sebagai bentuk antisipasi agar siswa tidak keluar dari jalurnya,” jelasnya.
Sebagai langkah utama, Disdik Tulungagung menekankan penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Pendidikan karakter dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk kepribadian siswa di tengah derasnya arus informasi dan tantangan sosial yang dihadapi generasi muda.
“Setinggi apa pun ilmunya, kalau karakternya tidak baik, ini akan menjadi persoalan besar di masa depan. Bisa 20 sampai 30 tahun ke depan dampaknya,” tegasnya.
Dia mengakui, pendidikan karakter sejatinya telah menjadi bagian dari kurikulum nasional, termasuk dalam Kurikulum Merdeka.
Namun, implementasinya di lapangan perlu terus diperkuat agar tidak sekadar bersifat formalitas.
“Di Kurikulum Merdeka maupun pembelajaran blended, pendidikan karakter sudah ditekankan. Tinggal bagaimana guru dalam proses belajar mengajar benar-benar memberi ruang pembentukan karakter itu,” katanya.
Sukowinarno menambahkan, peran guru sangat krusial dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa.
Oleh karena itu, peningkatan kualitas guru juga menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya pembinaan karakter peserta didik.
Dia juga menyebut bahwa secara rutin menyampaikan pentingnya pendidikan karakter dalam setiap kunjungan ke kecamatan dan satuan pendidikan.
Harapannya, sekolah tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap, etika, dan tanggung jawab sosial siswa.
“Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tapi juga tentang bagaimana membentuk manusia yang berkarakter. Ini yang terus kami dorong,” pungkasnya.
Dengan penguatan pendidikan karakter tersebut, Disdik Tulungagung berharap mampu menekan potensi kenakalan remaja sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan berorientasi pada masa depan generasi muda. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri