Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

BPBD Imbau Warga Waspada Bencana saat Curah Hujan Tinggi di Tulungagung, Ini Daftar Kecamatan Rawan Longsor

M. Abdul Hamid • Rabu, 28 Januari 2026 | 10:52 WIB
BPBD Tulungagung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor saat musim hujan.(Gemini AI)
BPBD Tulungagung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor saat musim hujan.(Gemini AI)

RADAR TULUNGAGUNG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor.

Peringatan ini muncul menyusul masih berlangsungnya hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji, menjelaskan bahwa kondisi geografis Tulungagung yang didominasi perbukitan dan lereng curam membuat beberapa kecamatan dan desa masuk kategori rawan longsor, terutama saat musim hujan.

“Beberapa kecamatan yang rawan longsor antara lain Pagerwojo, Sendang, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Besuki, Rejotangan, dan Tanggunggunung. Di masing-masing kecamatan terdapat desa-desa yang perlu mendapat perhatian khusus,” ujarnya.

Di Kecamatan Pagerwojo, desa yang rawan longsor meliputi Kradinan, Samar, Gambiran, Wonorejo, Mulyosari, Sidomulya, dan Pagerwojo.

Sementara di Kecamatan Sendang, desa rawan antara lain Geger, Sendang, Picisan, Kedoyo, Nglurup, dan Nyawangan.

Di Kalidawir, desa rawan adalah Kalibatur, Karangtalun, Rejosari, dan Tunggangri. Sedangkan di Karangrejo, desa yang perlu diwaspadai adalah Sukorejo, Tulungrejo, dan Jeli.

Di Kecamatan Kauman, Desa Bolorejo termasuk kawasan rawan. Kecamatan Besuki memiliki beberapa desa yang perlu ekstra hati-hati, antara lain Besuki, Besole, Sedayugunung, Tanggulturus, dan Keboireng.

Rejotangan masuk daftar rawan dengan Tenggong, sedangkan Tanggunggunung mencatat Ngrejo sebagai desa yang perlu kewaspadaan tinggi.

"Sebarannya cukup merata," imbuhnya.

Mantan sekretaris DPRD Tulungagung ini melanjutkan, secara umum curah hujan tinggi bisa membuat tanah jenuh air sehingga lereng melemah dan berpotensi longsor.

Risiko ini meningkat jika hujan turun terus-menerus atau berulang dalam satu hari. Karena itu, warga diminta mengurangi aktivitas di sekitar lereng atau tebing selama hujan deras.

Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai tanda-tanda awal longsor, seperti retakan tanah, pohon miring, atau longsoran kecil.

“Jika menemukan tanda-tanda kejadian bencana, segera laporkan kepada perangkat desa atau BPBD agar penanganan bisa cepat dilakukan dan dampak lebih besar bisa dihindari,” tegas Sudarmaji.

BPBD Tulungagung juga terus melakukan pemantauan di desa-desa rawan serta memberikan bantuan cepat jika terjadi bencana.

Warga dihimbau tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan selalu memprioritaskan keselamatan diri serta keluarga.

Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama, risiko bencana longsor di Tulungagung bisa diminimalkan meski curah hujan masih tinggi. (mg1/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#waspada #longsor #bencana #bpbd tulungagung #musim hujan