Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jelang Harlah NU, GP Ansor Tulungagung Fokus Perkuat Sinergitas Kader untuk Hadapi Tantangan Zaman

M. Abdul Hamid • Minggu, 1 Februari 2026 | 12:08 WIB
Penguatan sinergitas antarkader menjadi fokus utama GP Ansor Tulungagung dalam menjalankan roda organisasi dan program keumatan.(Ilustrasi Gemini AI)
Penguatan sinergitas antarkader menjadi fokus utama GP Ansor Tulungagung dalam menjalankan roda organisasi dan program keumatan.(Ilustrasi Gemini AI)

RADAR TULUNGAGUNG - Penguatan sinergitas antarkader menjadi fokus utama Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tulungagung dalam menjalankan roda organisasi dan program keumatan.

Hal ini ditegaskan Ketua PC GP Ansor Tulungagung, Muhamad Ihsan Muhlashon, menjelang momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut Muhlas, tantangan organisasi kepemudaan ke depan semakin kompleks, mulai dari persoalan sosial, dinamika kebangsaan, hingga perubahan pola kehidupan masyarakat.

Karena itu, soliditas internal dan kerja kolektif antarkader menjadi modal penting agar Ansor tetap relevan dan responsif.

“Sinergitas adalah upaya kerja nyata bagaimana kader Ansor di semua tingkatan bisa saling menguatkan, bergerak bersama, dan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Muhlas.

Dia menjelaskan, sinergi tidak hanya dibangun di tingkat pengurus cabang, tetapi juga harus hidup hingga ke level anak cabang dan ranting.

Dengan komunikasi yang baik dan visi yang sejalan, setiap program organisasi bisa dijalankan lebih efektif dan tepat sasaran.

Muhlas menambahkan, GP Ansor Tulungagung terus mendorong kader untuk aktif berkolaborasi lintas bidang, baik dalam kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan, maupun kebangsaan.

Menurutnya, kader Ansor harus mampu menjadi jembatan antara nilai-nilai ke-NU-an dengan realitas sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.

“Ansor harus hadir sebagai solusi. Kader tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus bergerak bersama demi kemaslahatan umat,” tegasnya.

Momentum Harlah NU, lanjut Muhlas, menjadi pengingat penting bagi kader Ansor untuk menjaga marwah dan peran strategis NU di tengah masyarakat.

NU yang telah berusia lebih dari satu abad, kata dia, dapat terus bertahan berkat kekuatan kaderisasi dan sinergi antarelemen di dalamnya.

“Harlah NU bukan hanya peringatan seremonial, tetapi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen kader dalam menjaga nilai Ahlussunnah wal Jamaah, persatuan, dan keutuhan bangsa,” jelasnya.

Muhlas juga menekankan bahwa kader Ansor kini hadir di berbagai profesi, mulai dari pengacara, guru, petani, hingga peternak, serta profesi lainnya.

Keberagaman ini menjadi kekuatan tambahan dalam menyebarkan manfaat organisasi ke seluruh lapisan masyarakat.

“Kader GP Ansor di Tulungagung punya peluang besar menjadi pelopor keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran umat. Mereka juga siap menjadi mitra strategis dalam berbagai bidang. Kami berharap Ansor bisa menjadi ujung tombak dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” tambah Muhlas.(mg1/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#nahdlatul ulama #gp ansor #nu #Harlah ke-100 NU