Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Viral di X, Dugaan Pelecehan Seksual Pemilik Brand Lokal Terkuak dari Sesi Photoshoot, Korban Ungkap Trauma Mendalam

Krisna Pambudi • Selasa, 10 Februari 2026 | 10:32 WIB
Viral di X, dugaan pelecehan seksual pemilik brand lokal terungkap dari sesi photoshoot. (Sumber: X @aarummanis)
Viral di X, dugaan pelecehan seksual pemilik brand lokal terungkap dari sesi photoshoot. (Sumber: X @aarummanis)

RADAR TULUNGAGUNG - Media sosial kembali diguncang oleh pengakuan mengejutkan terkait dugaan pelecehan seksual pemilik brand lokal berinisial M yang mencuat ke publik.

Pengakuan itu diunggah melalui sebuah utas di platform X oleh akun bernama @aarummanis dan langsung menyita perhatian warganet karena menyeret sosok pemilik brand lokal ternama berinisial M.

Dalam unggahannya, korban mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual pemilik brand lokal berinisial M tersebut saat menjalani pekerjaan sebagai talent photoshoot.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Mei 2025 dan awalnya berlangsung normal, tanpa tanda-tanda mencurigakan. Namun, situasi berubah drastis setelah sesi pemotretan dinyatakan selesai.

Korban menuturkan, dirinya direkrut sebagai talent untuk kebutuhan promosi sebuah brand lokal ternama.

Selama sesi photoshoot berlangsung, korban mengaku tidak menemukan kejanggalan apa pun.

Proses kerja sama berjalan profesional sebagaimana mestinya, hingga pemilik brand yang disebut berinisial M mengajaknya makan usai pemotretan.

Kronologi Dugaan Pelecehan Saat Photoshoot

Ajakan makan tersebut awalnya dianggap wajar sebagai bentuk apresiasi kerja.

Namun, korban mengungkap situasi mulai terasa tidak nyaman ketika dirinya ditinggal berdua dengan M.

Alih-alih benar-benar pergi makan keluar lokasi, korban justru dibawa kembali ke area photoshoot yang sudah sepi.

Dalam kondisi tersebut, korban mengaku mengalami tindakan yang melampaui batas kesepakatan profesional.

Ia menyebut adanya perlakuan fisik yang tidak pernah disetujui dalam konteks pekerjaan. Korban mengaku sudah berusaha menolak, namun merasa terintimidasi dan ketakutan sehingga kesulitan melawan.

Pengakuan itu memperkuat dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh pemilik brand lokal tersebut.

Meski tidak menyebutkan secara detail tindakan yang dialami, korban menegaskan bahwa perlakuan tersebut sangat membekas dan menimbulkan trauma berkepanjangan.

Dampak Psikologis yang Masih Dirasakan Korban

Dalam utas yang sama, korban juga mengungkap dampak psikologis yang masih ia rasakan hingga kini.

Trauma, rasa takut, dan kecemasan disebut masih menghantui kehidupannya setelah kejadian tersebut.

Korban mengaku butuh waktu lama untuk berani menceritakan pengalaman pahit itu ke ruang publik.

Pengakuan ini pun menuai simpati luas dari warganet.

Banyak pengguna media sosial menyampaikan dukungan moral dan mendorong korban untuk mendapatkan pendampingan hukum serta psikologis.

Kasus dugaan pelecehan seksual pemilik brand lokal ini kembali membuka diskusi publik soal keamanan dan perlindungan pekerja kreatif, khususnya perempuan, di industri kreatif.

Warganet Kaitkan Inisial Pelaku

Meski korban tidak menyebutkan nama lengkap terduga pelaku, warganet mulai mengaitkan inisial M dengan salah satu pemilik brand lokal ternama yang cukup dikenal.

Spekulasi tersebut berkembang pesat di media sosial, memicu perdebatan dan reaksi beragam.

Namun hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi terkait identitas pelaku maupun klarifikasi dari pihak brand yang disebut-sebut.

Pihak berwenang juga belum mengeluarkan pernyataan terkait apakah laporan resmi telah diajukan oleh korban.

Belum Ada Pernyataan Resmi

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan pelecehan seksual yang terungkap melalui media sosial.

Fenomena ini menunjukkan bahwa platform digital kerap menjadi ruang aman pertama bagi korban untuk bersuara, terutama ketika jalur formal dirasa belum memberikan perlindungan maksimal.

Publik kini menanti klarifikasi dari pihak terkait guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Sementara itu, warganet diimbau untuk tetap bersikap kritis dan tidak melakukan penghakiman sebelum ada kejelasan hukum terkait kasus dugaan pelecehan seksual pemilik brand lokal tersebut.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#pemilik brand lokal viral #viral di X #mohan hazian #kasus photoshoot #dugaan pelecehan seksual