Isu yang menyebut Badan Gizi Nasional akan memidanakan orang tua yang mengunggah foto menu MBG viral di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Informasi tersebut menyebar luas melalui potongan gambar berita dan video yang beredar di berbagai platform digital.
Namun setelah ditelusuri, kabar bahwa BGN akan mempidanakan pengunggah foto menu dalam program makan bergizi gratis ternyata tidak benar atau hoaks. Informasi tersebut merupakan hasil manipulasi konten dari pemberitaan media yang asli.
Klarifikasi ini penting karena isu tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat yang menerima manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini sendiri merupakan salah satu program nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Baca juga:Hoaks Berasal dari Manipulasi Konten Berita
Isu bermula dari beredarnya tangkapan layar berita yang menampilkan foto pejabat dari Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam gambar tersebut tercantum narasi yang menyebut BGN akan mempolisikan orang tua yang mengunggah foto menu MBG di media sosial.
Padahal setelah dilakukan pengecekan, narasi tersebut bukanlah isi asli dari berita yang dimaksud. Foto yang digunakan memang berasal dari pemberitaan media, namun judul dan keterangan dalam tangkapan layar telah dimanipulasi oleh pihak tertentu.
Penelusuran gambar melalui fitur pencarian gambar internet menunjukkan bahwa foto tersebut pertama kali muncul dalam pemberitaan media nasional. Isi berita aslinya tidak membahas ancaman pidana terhadap pengunggah foto menu MBG.
Sebaliknya, berita asli justru membahas efisiensi pengelolaan dapur MBG dan insentif operasional bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca juga:BGN Tidak Melarang Unggah Foto Menu MBG
Pihak BGN menegaskan bahwa masyarakat tidak dilarang mengunggah foto atau video menu dalam program makan bergizi gratis. Bahkan masukan dari masyarakat dianggap sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati, menyatakan bahwa masyarakat dipersilakan mengunggah menu MBG selama informasi yang disampaikan lengkap dan sesuai kondisi sebenarnya.
Menurutnya, unggahan tersebut justru dapat membantu pemerintah memantau pelaksanaan program di berbagai daerah.
“Silakan mengunggah foto atau video menu MBG, tetapi sertakan informasi yang lengkap seperti lokasi SPPG dan kondisi sebenarnya,” ujarnya.
Dengan informasi yang jelas, laporan masyarakat dapat lebih mudah ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Baca juga:Kritik Masyarakat Jadi Bahan Evaluasi
BGN juga menilai kritik dari masyarakat merupakan hal yang wajar dalam program berskala nasional seperti MBG. Apalagi program ini dijalankan melalui ribuan dapur SPPG yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Karena jumlahnya sangat banyak, pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Peran masyarakat dalam memberikan masukan dianggap sangat penting untuk menjaga kualitas layanan.
“Jika ada kekurangan di lapangan, kritik tersebut bisa menjadi bahan evaluasi agar pelayanan semakin baik,” kata Nanik.
Ia juga menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi salah satu prinsip dalam pengelolaan program makan bergizi gratis.
Dengan keterbukaan tersebut, masyarakat dapat mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus memberikan masukan untuk perbaikan.
Baca juga:Unggahan Harus Sesuai Kondisi Sebenarnya
Meski masyarakat dipersilakan mengunggah foto menu MBG, BGN mengingatkan agar informasi yang disampaikan tidak dimanipulasi.
Foto yang diunggah harus menggambarkan kondisi sebenarnya tanpa rekayasa. Misalnya, menu makanan tidak boleh dikurangi atau diubah sebelum difoto.
Langkah ini penting untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat memicu informasi yang tidak akurat.
Selain itu, BGN juga mengapresiasi peran media yang turut melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar di masyarakat.
Media dinilai memiliki peran penting dalam memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan tidak menyesatkan.
Baca juga:Pentingnya Literasi Informasi di Era Digital
Kasus hoaks terkait program makan bergizi gratis ini menjadi pengingat pentingnya literasi informasi di era digital.
Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi yang beredar di media sosial.
Pengecekan sumber informasi menjadi langkah penting untuk memastikan kebenaran sebuah berita.
Dengan cara tersebut, penyebaran informasi palsu dapat diminimalkan dan masyarakat tetap mendapatkan informasi yang akurat.
BGN pun berharap masyarakat tetap mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Editor : Ayu Dhea Cheryl