KEBUMEN - Gelombang tinggi Kebumen menerjang kawasan pantai selatan dengan ketinggian diperkirakan mencapai 2 hingga 4 meter. Hantaman ombak menyebabkan sejumlah kios yang berada di sepanjang bibir pantai mengalami kerusakan.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Pantai Setrojenar dan Pantai Suwuk. Rekaman detik-detik gelombang menerjang kawasan pesisir kemudian beredar di media sosial dan memperlihatkan kondisi ombak yang cukup besar.
Dalam video tersebut, warga terdengar berulang kali meneriakkan peringatan. Mereka meminta orang-orang di sekitar lokasi agar berhati-hati dan menjauh dari area yang terkena hantaman gelombang.
Ombak Besar Hantam Bibir Pantai
Gelombang laut datang dengan kekuatan cukup besar hingga mencapai kawasan yang berada di dekat bibir pantai. Sejumlah kios yang berdiri di sepanjang pesisir menjadi salah satu fasilitas yang terdampak.
Baca Juga: 13 Mobil Klasik Tahan Lama yang Disebut Tak Lekang Zaman, Nomor 1 Bikin Kagum
Kondisi tersebut membuat kawasan pantai menjadi berisiko bagi masyarakat yang berada terlalu dekat dengan laut. Suara teriakan warga dalam rekaman menggambarkan kepanikan saat gelombang datang.
Warga terdengar meneriakkan “awas” dan “Allahu Akbar” ketika melihat ombak menerjang. Mereka berusaha mengingatkan orang lain agar tidak mendekati kawasan pantai.
Hantaman gelombang juga menunjukkan bahwa air laut dapat menjangkau area yang digunakan untuk aktivitas masyarakat. Karena itu, keberadaan bangunan dan kios di dekat garis pantai menjadi rentan ketika terjadi gelombang tinggi.
Pantai Setrojenar dan Suwuk Terdampak
Pantai Setrojenar dan Pantai Suwuk termasuk kawasan yang terdampak gelombang tinggi tersebut. Sejumlah kios di sepanjang bibir pantai dilaporkan mengalami kerusakan.
Baca Juga: Bawang Merah Gagal Panen? 2 Kesalahan Ini Disebut Jadi Penyebab Utama
Kedua kawasan tersebut berada di pesisir selatan Kebumen yang berhadapan langsung dengan perairan laut selatan. Ketika gelombang meningkat, masyarakat yang beraktivitas di sekitar pantai menghadapi risiko lebih besar.
Video yang beredar memperlihatkan kondisi ombak yang terus bergerak menuju daratan. Warga pun diminta tidak berada terlalu dekat dengan garis pantai selama kondisi laut belum aman.
Selain berpotensi merusak bangunan, gelombang tinggi juga dapat menyeret benda maupun orang yang berada di dekat air. Karena itu, menjauh dari kawasan pesisir menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko.
BPBD Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kabar tersebut menjadi hal positif di tengah kerusakan yang dialami sejumlah fasilitas di kawasan pantai. Meski begitu, dampak ekonomi akibat kerusakan kios masih harus dihitung.
BPBD menyebut kerugian material masih dalam proses pendataan. Jumlah kios yang mengalami kerusakan serta nilai kerugian belum diketahui secara keseluruhan.
Pendataan akan dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai dampak gelombang tinggi terhadap masyarakat di sekitar Pantai Setrojenar dan Pantai Suwuk.
Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Kejadian tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengabaikan kondisi gelombang laut. Ombak setinggi 2 hingga 4 meter memiliki daya dorong besar dan dapat mencapai kawasan yang biasanya tidak terdampak.
Warga maupun wisatawan yang berada di kawasan pantai perlu memperhatikan informasi terbaru dari petugas terkait kondisi cuaca dan gelombang laut.
Aktivitas di dekat bibir pantai sebaiknya dihentikan ketika gelombang mulai meningkat. Pengunjung juga perlu mengikuti arahan petugas apabila diminta meninggalkan kawasan pesisir.
Pengelola wisata dan masyarakat setempat dapat meningkatkan pengawasan terhadap kondisi laut. Langkah tersebut penting untuk mencegah adanya korban apabila gelombang tinggi kembali menerjang.
Tidak adanya korban jiwa dalam kejadian ini patut disyukuri. Namun, kerusakan kios menunjukkan bahwa gelombang tinggi tetap membawa dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Dengan potensi gelombang besar, kewaspadaan harus tetap dijaga. Masyarakat di sekitar pantai selatan Kebumen diharapkan tidak mengambil risiko dengan mendekati laut ketika kondisi gelombang sedang tinggi.
Editor : Maylanni Diana Fitri