RADAR TULUNGAGUNG– Jakarta Light Festival Kota Tua 2025 kembali menyedot perhatian publik. Kawasan bersejarah Kota Tua Jakarta disulap menjadi lautan cahaya berwarna-warni yang memukau mata.
Festival cahaya tahunan ini menghadirkan instalasi lampu artistik yang berpadu dengan bangunan kolonial, menciptakan suasana magis yang langsung viral di media sosial.
Sejak hari pertama pembukaan, Jakarta Light Festival Kota Tua 2025 dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
Ribuan warga terlihat memadati area Taman Fatahillah hingga sepanjang jalan utama Kota Tua.
Baca Juga: Pantai Tulungagung di Penghujung Tahun, Ombak Terus Menggelora Setiap Waktu
Mereka datang untuk menikmati keindahan visual sekaligus mengabadikan momen melalui kamera ponsel.
Gelaran Jakarta Light Festival Kota Tua 2025 menjadi salah satu magnet wisata malam Ibu Kota.
Tak hanya warga Jakarta, wisatawan luar daerah hingga mancanegara turut meramaikan festival ini.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menjadikan acara ini sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata berbasis ekonomi kreatif.
Baca Juga: Pantai Tulungagung di Penghujung Tahun, Ombak Terus Menggelora Setiap Waktu
Kota Tua Disulap Jadi Panggung Cahaya
Festival ini menampilkan beragam instalasi cahaya tematik yang dipasang di sudut-sudut ikonik Kota Tua.
Gedung Museum Fatahillah, Museum Wayang, hingga bangunan tua lainnya dihiasi proyeksi cahaya dinamis dengan teknologi modern.
Cahaya berwarna biru, ungu, kuning, dan merah menciptakan efek visual yang dramatis saat malam tiba.
Tak hanya instalasi statis, pengunjung juga disuguhkan pertunjukan video mapping yang menceritakan sejarah Jakarta.
Narasi visual tersebut menggambarkan perjalanan Kota Tua dari masa kolonial hingga era modern.
Konsep ini membuat festival cahaya tak sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi sejarah.
Daya Tarik Wisata Malam Jakarta
Jakarta Light Festival menjadi bukti bahwa wisata malam Jakarta memiliki potensi besar.
Kawasan Kota Tua yang biasanya ramai pada siang hari kini hidup hingga larut malam.
Pedagang kaki lima, pelaku UMKM, dan seniman lokal turut merasakan dampak positif dari meningkatnya jumlah pengunjung.
Baca Juga: Akhir Tahun di Tulungagung, Kota yang Menerima Kita Apa Adanya
Banyak pengunjung mengaku sengaja datang malam hari untuk menikmati suasana berbeda.
Cahaya lampu yang berpadu dengan bangunan tua menciptakan nuansa romantis sekaligus futuristik.
Tak sedikit pasangan muda hingga keluarga membawa anak-anak untuk berjalan santai menikmati festival.
Spot Favorit Pengunjung dan Media Sosial
Beberapa titik menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berfoto. Area depan Museum Fatahillah dengan latar proyeksi cahaya menjadi spot paling ramai.
Selain itu, lorong-lorong kecil Kota Tua yang dipenuhi lampu hias juga kerap dipadati pemburu konten media sosial.
Tagar seputar Jakarta Light Festival ramai digunakan di berbagai platform digital. Foto dan video gemerlap cahaya Kota Tua tersebar luas, ikut mendongkrak popularitas festival ini.
Fenomena ini menunjukkan peran besar media sosial dalam mempromosikan pariwisata perkotaan.
Bagian dari Kalender Wisata Tahunan
Jakarta Light Festival Kota Tua 2025 masuk dalam kalender wisata resmi DKI Jakarta.
Event ini dirancang untuk menarik kunjungan wisatawan sekaligus menghidupkan kembali kawasan bersejarah.
Dengan konsep yang terus diperbarui setiap tahun, festival ini diharapkan menjadi ikon wisata cahaya di Indonesia.
Penyelenggara memastikan aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
Petugas disiagakan di sejumlah titik untuk mengatur arus pengunjung dan lalu lintas.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan serta ketertiban selama acara berlangsung.
Dengan antusiasme yang tinggi, Jakarta Light Festival Kota Tua 2025 diprediksi akan terus menjadi daya tarik utama wisata Jakarta.
Perpaduan sejarah, seni, dan teknologi cahaya menjadikan festival ini bukan sekadar tontonan, tetapi pengalaman visual yang berkesan bagi siapa pun yang datang.***
Editor : Vidya Sajar Fitri