Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengapa Israel Ingin Palestina? Ceramah Ustaz Abdul Somad Ungkap Sejarah, Zionisme, dan Keyakinan yang Jadi Perdebatan

Divka Vance Yandriana • Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:20 WIB

Analisis Ustaz Felix Siauw soal konflik Israel Iran menyebut perang bukan sekadar agama, tapi terkait geopolitik, ekonomi, dan perebutan pengaruh.
Analisis Ustaz Felix Siauw soal konflik Israel Iran menyebut perang bukan sekadar agama, tapi terkait geopolitik, ekonomi, dan perebutan pengaruh.

JAKARTA – Pertanyaan mengapa Israel ingin Palestina kembali ramai diperbincangkan di media sosial setelah potongan ceramah Abdul Somad beredar luas di berbagai platform digital. Dalam ceramah tersebut, ia membahas sejarah, keyakinan, serta berbagai pandangan yang diyakini sebagian kelompok terkait konflik panjang di wilayah tersebut.

Dalam potongan ceramah yang viral itu, Ustaz Abdul Somad mencoba menjelaskan latar belakang historis dan ideologis yang menurutnya menjadi alasan mengapa Israel sangat menginginkan Palestina. Ia menyebut bahwa pertanyaan mengapa Israel ingin Palestina sering muncul di kalangan masyarakat yang ingin memahami akar konflik Timur Tengah.

Menurutnya, sebagian pandangan menyebut Palestina memiliki makna religius yang sangat penting bagi beberapa kelompok. Ia mengutip penjelasan dari literatur sejarah agama yang pernah dipelajarinya saat menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar di Mesir.

Baca Juga: Update Transfer Pemain Asing Putri: Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Beban Berat di Final For Proliga 2026

Keyakinan Religius dan Sejarah Zionisme

Dalam ceramahnya, Abdul Somad menjelaskan bahwa sebagian kalangan meyakini Palestina sebagai tanah yang dijanjikan dalam tradisi tertentu. Keyakinan tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan politik yang dikenal sebagai Zionisme.

Gerakan Zionisme sendiri muncul pada akhir abad ke-19 dengan tujuan mendirikan negara Yahudi di tanah yang dianggap sebagai tanah leluhur mereka. Tokoh penting dalam gerakan ini adalah Theodor Herzl, yang mendorong gagasan pembentukan negara Yahudi modern.

Dalam sejarahnya, Herzl pernah mengajukan gagasan tersebut kepada Abdul Hamid II, sultan dari Kekaisaran Ottoman yang saat itu menguasai wilayah Palestina. Namun menurut berbagai catatan sejarah, permintaan itu ditolak.

Baca Juga: Cara Lapor SPT Tahunan di Coretax DJP Terbaru 2026, Panduan Lengkap Online Anti Ribet untuk Wajib Pajak

Penolakan tersebut menjadi salah satu episode penting dalam perjalanan panjang konflik yang kemudian berkembang pada abad ke-20.

Palestina dalam Perspektif Islam

Selain faktor sejarah politik, Palestina juga memiliki posisi penting dalam tradisi Islam. Kota Yerusalem yang berada di wilayah tersebut merupakan lokasi Masjid Al-Aqsa, salah satu situs suci umat Islam.

Masjid Al-Aqsa dikenal sebagai kiblat pertama umat Islam sebelum arah salat berpindah ke Masjidil Haram di Mekkah. Karena itu, isu Palestina sering kali juga dikaitkan dengan sentimen keagamaan bagi banyak komunitas Muslim di seluruh dunia.

Abdul Somad menyebut bahwa faktor religius inilah yang membuat konflik Palestina tidak hanya dipandang sebagai persoalan geopolitik, tetapi juga memiliki dimensi spiritual bagi sebagian umat.

Baca Juga: Jadwal Pekan ke-30 Liga Inggris 2025-2026: Arsenal vs Everton Hingga Liverpool Hadapi Tottenham Hotspur

Konflik yang Panjang dan Kompleks

Konflik Israel–Palestina sendiri telah berlangsung selama puluhan tahun dan melibatkan berbagai faktor, mulai dari sejarah kolonial, politik internasional, hingga identitas nasional.

Sejak berdirinya Israel pada tahun 1948, wilayah Palestina mengalami berbagai perubahan politik dan konflik bersenjata. Ketegangan tersebut memicu berbagai perang serta krisis kemanusiaan yang terus menjadi perhatian dunia internasional.

Berbagai organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah berupaya mendorong solusi damai melalui negosiasi dua negara. Namun hingga kini, penyelesaian permanen konflik tersebut masih belum tercapai.

Viral di Media Sosial

Potongan ceramah Abdul Somad yang membahas pertanyaan mengapa Israel ingin Palestina menyebar luas di media sosial dan memicu diskusi panjang di kalangan warganet.

Sebagian menilai ceramah tersebut sebagai upaya menjelaskan perspektif sejarah dan keagamaan mengenai konflik Timur Tengah. Sementara itu, ada pula yang mengingatkan pentingnya melihat konflik Israel–Palestina dari berbagai sudut pandang, termasuk sejarah, politik global, dan hukum internasional.

Para pengamat menilai konflik ini memang sangat kompleks. Selain faktor agama dan sejarah, terdapat pula kepentingan geopolitik, ekonomi, serta dinamika regional yang turut memengaruhi situasi.

Karena itu, memahami pertanyaan mengapa Israel ingin Palestina tidak dapat dilepaskan dari konteks sejarah panjang yang melibatkan banyak pihak dan berbagai interpretasi berbeda.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Israel #Palestiina #abdul somad