Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Semarak! Prosesi Adat Longkangan Trenggalek, Wabup Syah: Tanda Ekonomi Mulai Bangkit

Henny Surya Akbar Purna Putra • Rabu, 14 Juni 2023 | 00:42 WIB
Prosesi pelarungan Tumpeng Ageng dalam prosesi adat Longkangan di Teluk Sumbreng, Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, Selasa 13 Juni 2023.
Prosesi pelarungan Tumpeng Ageng dalam prosesi adat Longkangan di Teluk Sumbreng, Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, Selasa 13 Juni 2023.

TRENGGALEK - Tahun ini masyarakat Bumi Menak Sopal lebih leluasa melestarikan kebudayaan para leluhur.

Tak terkecuali penyelenggaraan prosesi adat longkangan di Teluk Sumbreng, Desa Masaran, Kecamatan Munjungan. Masyarakat antusias kegiatan kebudayaan tersebut.

Penyelenggaraan adat Longkangan di Teluk Sumbreng ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Trenggalek Syah Muhammad Natanegara, Plt Camat Munjungan Yusuf Widharto, Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Trenggalek Cusi Kurniawati, dan perangkat kecamatan dan desa setempat.

Dalam prosesnya, masyarakat Munjungan mengiringi Tumpeng Ageng dari Kantor Kecamatan Munjungan hingga Pantai Blado, Desa Masaran, Kecamatan Munjungan.

Para pengiring tumpeng adalah mereka yang bekerja sebagai perangkat kecamatan hingga pemerintah desa (pemdes). Mereka pun kompak mengenakan pakaian adat Jawa.

Adapun yang menarik dari Tumpeng Ageng terletak pada bagian depan dan belakang, yakni terdapat kepala kambing berwarna hitam.

Saat berada di pesisir Pantai Blado, Wabup Trenggalek Syah Muhammad Natanegara mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap prosesi adat Longkangan di Teluk Sumbreng.

Antusiasme masyarakat itu pun dapat menjadi bukti bahwa sektor wisata yang meliputi wisata alam maupun budaya, ini dapat meningkatkan peluang ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19.

"Jadi Alhamdulillah ini menjadi bukti bahwa geliat ekonomi pariwisata di Kabupaten Trenggalek sudah mulai bangkit setelah pandemi," ungkapnya, Selasa 13 Juni 2023.

Wabup Syah mengamati, antusiasme tinggi dari masyarakat saat melestarikan budaya leluhur bukan cuma berada di Kecamatan Munjungan.

Sebelum adat Longkangan, Kecamatan Watulimo pun menyelenggarakan prosesi adat Larung Sembonyo dan antusiasme masyarakat juga tinggi.

"Ini menjadi bukti perekonomian pariwisata di Trenggalek ini sudah mulai menggeliat. Maka kita mohon, partisipasinya agar cita-cita bersama ini bisa tercapai," jelasnya.

Secara filosofi, adat Longkangan, kata Wabup Syah, merupakan wujud syukur para nelayan atas hasil laut selama ini. Melalui sedekah laut, warga berharap agar ikan tangkapan ke depan bisa lebih melimpah.

"Jadi ini adalah adat dari kecamatan Munjungan yang usianya sudah 174 tahun. Ini salah satu bentuk syukur dari masyarakat Munjungan, dengan harapan nanti hasil lautnya bisa melimpah lagi," jelasnya.

Selain itu, tambah dia, adat Longkangan merupakan upaya menjaga kelestarian alam, karena warga meyakini ketika manusia mampu menjaga laut (alam, Red) dengan baik, maka alam akan memberikan timbal balik ke manusia.

"Masyarakat Munjungan meyakini kalau kita menjaga lautnya insyaallah kita juga akan dijaga oleh laut," ujarnya.

Sementara itu, Plt Camat Munjungan Yusuf Widharto membenarkan bahwa adat Longkangan di Teluk Sumbreng ini merupakan kearifan lokal masyarakat Munjungan.

"Seperti apa yang didawuh-kan Pak Wabup, jadi longkangan ini merupakan wujud syukur masyarakat, bukan cuma nelayan, tapi seluruh elemen masyarakat," ujarnya.

Melalui pelestarian budaya ini, Yusuf berharap, suatu saat adat Longkangan di Teluk Sumbreng bisa ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda.

"Adat budaya ini tetap dilestarikan, dan ke depan adat ini bisa menjadi warisan budaya tak benda," ungkapnya.

Prosesi pelarungan Tumpeng Ageng ke tengah laut dengan memakai kapal. Prosesnya pelarungan membutuhkan waktu karena ombak di laut Selatan sedang tinggi.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#wabup trenggalek