Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga MinyaKita Tidak Boleh Lebih Dari HET, Disperindag Tulungagung Bakal Lakukan Pemantauan Jelang Lebaran

Mukhamad Zainul Fikri • Kamis, 20 Maret 2025 | 04:08 WIB

Karyawan toko di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung menunjukkan stok MinyaKita. (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)
Karyawan toko di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung menunjukkan stok MinyaKita. (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG
- Jelang hari besar keagamaan, harga kebutuhan dapur cenderung mengalami kenaikan.

Tetapi untuk komoditas MinyaKita, pantang harganya melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung bakal mengawasi dengan ketat hal itu.

Kabid Perdagangan Disperindag Tulungagung, Siti Mahmudah mengamini harga MinyaKita di Tulungagung bisa saja melebih HET yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp 15.700 per liternya.

Biasanya, hal itu terjadi karena pedagang membeli dari sales dengan harga yang sudah tinggi.

Kemudian mereka menjualnya ke masyarakat dengan harga yang lebih dari Rp 15.700 per liternya.

“Biasanya karena para pedagang membelinya lewat sales. Tapi saat saya tanya salesnya dari distributor mana, mereka tidak memberi tahu,” jelasnya.

Namun pada pekan lalu, dia menyebut harga MinyaKita di Tulungagung cenderung stabil.

Dari pantauan yang dilakukan pada beberapa pedagang pasar, mereka menjual MinyaKita tidak lebih dari Rp 15.700 per liter.

“Kalau kemarin kami pantau tidak ada penjual yang menjual MinyaKita diatas Rp 15.700,” ungkapnya.

Tetapi jelang lebaran tahun ini, Disperindag bakal lebih intens melakukan pantauan di lapangan.

Tujuannya agar harga MinyaKita tidak lebih dari HET yang ditetapkan pemerintah.

“Kita akan pantau terus, ini setiap hari kita juga memantau HET MinyaKita. Termasuk takarannya jangan sampai dibawah takaran kemasan,” ungkapnya.

Dia melanjutkan tidak menutup kemungkinan akan dilakukan operasi pasar (OP) untuk menstabilkan harga khususnya MinyaKita.

Seperti beberapa waktu lalu, telah dilakukan OP dengan menyediakan 2.600 karton MinyaKita untuk para pedagang.

“OP yang kita lakukan dikhususkan untuk pedagang. Itu untuk menstabilkan harga bagi pembeli,” katanya.

Saat ini pihaknya juga telah berkoordinasi dengan salah satu distributor MintaKita.

Untuk meminta stok untuk melakukan OP di Tulungagung.

“Kita sudah bersurat ke PT Wage Karya untuk persiapan OP,” tutupnya.***

Editor : Mukhamad Zainul Fikri
#harga eceran tertinggi (HET) #MinyaKita #HET Minyak #Disperindag Tulungagung