Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Di Balik Target 3 Juta Rumah Rakyat Presiden Prabowo, RI 1 Akui Sangat Ambisius dan Sulit Direalisasikan

Shofia Indana Zulfa • Selasa, 30 September 2025 | 18:55 WIB

Presiden Prabowo hadir di acara KPR FLPP dan serah terima kunci di Cileungsi. (Instagram: @presidenrepublikindonesia)
Presiden Prabowo hadir di acara KPR FLPP dan serah terima kunci di Cileungsi. (Instagram: @presidenrepublikindonesia)

RADAR TULUNGAGUNG - Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa target pembangunan 3 juta rumah rakyat merupakan program kerja yang sangat ambisius dan sulit untuk direalisasikan.

Meskipun menghadapi kenyataan sulit tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa seorang pemimpin harus berani memiliki cita-cita yang tinggi, mengambil peran transformatif, dan tidak gentar menghadapi kesulitan atau tantangan yang muncul.

Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden dalam sebuah acara Akad Massal 26.000 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan serah terima kunci di Perumahan Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 29 September 2025.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya sektor perumahan tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya bagi rakyat berpenghasilan rendah, tetapi juga sebagai motor penggerak utama pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional.

Baca Juga: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Genjot Ekonomi 8 Persen Menggunakan Jurus Sumitronomics, Apa Itu?

Inilah yang mendasari pemerintahannya mematok target besar 3 juta rumah rakyat.

"Perumahan adalah sangat penting, dan perumahan itulah yang bisa juga selain memenuhi kebutuhan yang sangat penting untuk rakyat terutama yang berpenghasilan rendah juga perumahan itu bisa dan selalu menjadi motor dari pertumbuhan ekonomi," ujar Prabowo.

Ia menegaskan bahwa target setinggi itu memang harus dikejar dan dicapai. Mengutip kata-kata proklamator Bung Karno, Prabowo mengingatkan pentingnya cita-cita yang tinggi.

“Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit, kalau kau tidak sampai paling sedikit kau akan jatuh di antara bintang-bintang,” tegasnya.

Dalam konteks pembangunan 3 juta rumah rakyat, Prabowo menggarisbawahi bahwa hambatan dan tantangan dalam program kerja adalah suatu keniscayaan yang harus ditangani bersama, dan ia mengakui bahwa pemerintahannya mungkin memiliki kekurangan.

Namun, ia mengingatkan para jajarannya agar tidak boleh takut, tidak boleh berpura-pura selalu bagus, dan tidak boleh cepat puas.

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik dan harus terus mengoreksi kekurangan.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

Prabowo memuji Maruarar sebagai pejabat yang menunjukkan perbedaan dalam menjalankan amanah.

Ia menceritakan bahwa Maruarar awalnya hanya menjanjikan akad massal untuk 25.000 rumah subsidi, tetapi pada akhirnya jumlah tersebut bertambah menjadi 26.000 unit.

Baca Juga: Setelah 10 Tahun RI Absen, Prabowo Langsung Lantang di PBB: Akui Palestina Sekarang!

“Biasanya target segini, terealisasi segitu. Tapi Pak Maruarar malah bisa lebih dari target. Ini berbeda dengan kebiasaan orang Indonesia. Bagus, pertahankan,” ujar Prabowo, menyentil para pejabat yang lalai dalam bertugas.

Ia meminta agar capaian melampaui target ini dijadikan budaya kerja baru, bukan hanya pengecualian.

Menteri PKP Maruarar Sirait sendiri menyebut akad massal dan serah terima rumah subsidi yang dilaksanakan di Bogor kali ini merupakan yang terbesar dalam sejarah Indonesia.

Ia menilai momentum ini merupakan bagian dari program kerja Kementerian PKP untuk mendorong terobosan di sektor perumahan.

Bogor dipilih sebagai lokasi utama acara karena pemerintah, berdasarkan data Kementerian PKP, menilai ekosistem pengembang di sana adalah yang terbaik.

Maruarar memastikan bahwa para pengembang di Bogor telah dicek dan kualitasnya bagus.

Di tengah upayanya mengejar target, Kementerian PKP juga terus berinovasi.

Maruarar Sirait dikabarkan sedang membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk mengubah tanah sitaan korupsi menjadi perumahan, meskipun detailnya masih dalam pembahasan.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menambahkan bahwa akad massal 26.000 rumah subsidi ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung tercapainya target pemerintah untuk menyalurkan 350.000 unit rumah subsidi hingga akhir tahun 2025.

Hingga saat ini, pencapaian target tersebut sudah mencapai sebesar 52,18 persen, atau di atas 52 persen.

Terkait pendanaan program ambisius ini, Prabowo sebelumnya menyinggung target tiga juta rumah dalam pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2026.

Pemerintah berencana menggelontorkan anggaran besar untuk mendukung program perumahan ini, di mana jumlah rumah yang akan mendapat dukungan APBN 2026 mencapai 770.000 unit.

Program ini akan diimplementasikan melalui beragam skema pembiayaan.

Skema tersebut meliputi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang ditujukan untuk desa, kota, dan kawasan pesisir, hingga insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung oleh pemerintah untuk rumah komersial.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Kementerian PKP telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 49,8 triliun untuk tahun 2026.

Angka usulan ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pagu indikatif sebelumnya yang hanya berkisar Rp 1,82 triliun.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas di Hambalang, Bahas Singkong hingga Tanggul Raksasa!

Prabowo menutup sambutannya dengan optimisme bahwa upaya pembangunan perumahan rakyat akan terus diperkuat dan dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang. Ia meyakini bahwa tahun depan akan lebih banyak lagi rumah yang bisa dibangun.

Selain mengamankan perumahan, pemerintahannya juga berkomitmen mengamankan pangan dan energi, demi seluruh rakyat Indonesia.

Ia menegaskan bahwa meskipun target tersebut berat, pemerintah tidak boleh takut dan harus bekerja keras bersama-sama untuk mewujudkannya, asalkan seluruh jajaran kementerian bekerja kompak. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#prabowo #Kementerian PKP #3 juta rumah #pertumbuhan ekonomi #perumahan subsidi #pembangunan infrastruktur #program perumahan nasional