RADAR TULUNGAGUNG – Dunia investasi pasar modal kembali menghadapi tantangan volatilitas pada pertengahan Oktober ini.
Rekomendasi trading saham harian menjadi pedoman penting bagi para investor, terutama saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan ditutup di level yang lebih rendah.
Untuk perdagangan hari ini, Kamis (16/10/2025), Tim Analis Bareksa merekomendasikan dua saham pilihan, yaitu PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Prediksi pelemahan IHSG ini didasarkan pada pergerakan pasar sehari sebelumnya, di mana IHSG tercatat melemah 0,19 persen dan ditutup di level 8.051 pada hari Rabu (15/10).
Kondisi pasar yang terkoreksi ini diperparah dengan aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing sebesar Rp1,4 triliun.
Berdasarkan riset teknikal dari Ciptadana Sekuritas Asia, hari ini (16/10), IHSG diperkirakan bergerak dalam kisaran support 7.936 hingga resistance 8.134.
Meskipun sentimen pasar keseluruhan terlihat negatif, para analis tetap mengeluarkan rekomendasi trading saham untuk emiten-emiten yang menunjukkan potensi penguatan jangka pendek.
Pada sesi perdagangan sebelumnya (15/10), tiga sektor saham yang paling menekan indeks adalah sektor teknologi yang minus 3,65 persen diikuti oleh transportasi & logistik yang melemah 2,82 persen, dan industri yang turun 0,71 persen.
Saham-saham berkapitalisasi besar yang turut menekan indeks antara lain BBRI yang turun 1,41 persen ke Rp3.500, TPIA (-4,01 persen ke Rp7.175), dan BREN (-1,29 persen ke Rp9.550).
Baca Juga: Perdagangan Awal Oktober, Rupiah Melemah ke Rp16.625 per Dolar AS, IHSG Justru Dibuka Menguat
Meskipun pasar saham sedang tertekan, mata uang rupiah justru mencatatkan penguatan tipis, naik 10 poin ke level Rp16.565 per Dolar AS.
Di tengah dinamika ini, berikut rekomendasi saham hari ini berfokus pada potensi beli spekulatif untuk SCMA dan MBMA.
Rekomendasi Saham Pilihan 16 Oktober 2025
1. SCMA: Beli Spekulatif
Saham emiten media, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), direkomendasikan untuk beli spekulatif. Pada penutupan perdagangan (15/10), harga saham SCMA tercatat naik 1,99 persen menjadi Rp410.
Tim Analis Bareksa menetapkan rentang harga masuk (entry range) untuk saham ini adalah Rp390 hingga Rp400.
Investor disarankan untuk mengambil untung (target price) pada level Rp430 (TP 1) dan Rp450 (TP 2), dengan batasan risiko kerugian (stop rugi) di level Rp380.
2. MBMA: Beli Spekulatif
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) juga direkomendasikan beli spekulatif. MBMA merupakan perusahaan barang baku dengan usaha utama di bidang pertambangan nikel dan baterai kendaraan listrik. Harga saham MBMA meningkat signifikan 4,27 persen menjadi Rp610 pada penutupan (15/10).
Rentang harga masuk yang disarankan adalah antara Rp590 hingga Rp600. Target harga ambil untung ditetapkan di Rp630 (TP 1) dan Rp660 (TP 2), sementara stop rugi dianjurkan pada level Rp575.
Kontras dengan Prediksi Pasar Dua Hari Sebelumnya
Kondisi pasar yang diprediksi melemah hari ini (16/10) kontras dengan prediksi beberapa hari sebelumnya.
Pada Senin (14/10), Tim Analis Bareksa justru memprediksi IHSG akan bergerak di zona positif, dengan kisaran antara support 8.134 dan resistance 8.300.
Untuk tanggal 14 Oktober 2025, rekomendasi trading saham yang dikeluarkan oleh Tim Analis Bareksa berfokus pada tiga emiten besar sektor komoditas: PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Rekomendasi Saham Pilihan 14 Oktober 2025
1. ANTM: Trading Buy
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), emiten milik pemerintah yang bergerak di bidang pertambangan, pengolahan, dan pemasaran nikel serta emas, direkomendasikan beli untuk trading. ANTM ditutup menguat 1,81% menjadi Rp3.370 pada 13 Oktober.
Harga masuk yang disarankan berada di rentang Rp3.200-3.370. Target harga untuk ambil untung ditetapkan di Rp3.600 (TP 1) dan Rp3.700 (TP 2), dengan stop rugi di Rp3.100.
2. AMMN: Speculative Buy
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), perusahaan tambang dan pengolahan tembaga dan emas, direkomendasikan beli spekulatif. Saham AMMN naik 0,68 persen menjadi Rp7.450 per 13 Oktober.
Rentang harga masuk yang disarankan adalah Rp7.390-7.450. Target harga ditetapkan di Rp7.700 (TP 1) dan Rp8.000 (TP 2), sementara stop rugi di Rp7.200.
3. AADI: Trading Buy
Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), perusahaan tambang batu bara termal, direkomendasikan beli untuk trading.
AADI meningkat 1,62 persen menjadi Rp7.825 pada 13 Oktober. Harga masuk yang disarankan berada di rentang Rp7.650-7.825. Target harga ambil untung di Rp8.200 (TP 1) dan Rp8.400 (TP 2), dengan batas stop rugi di Rp7.500.
Perlu dicatat bahwa pergerakan IHSG pada 13 Oktober 2025, sebelum prediksi positif 14 Oktober, juga menunjukkan pelemahan sebesar 0,37 persen ke level 8.227, meskipun terjadi net buy oleh investor asing sebesar Rp2,3 triliun.
Sektor yang melemah saat itu termasuk Keuangan (-1,52%), Properti & Real Estat (-1,47%), dan Infrastruktur (-1,44%). Sementara itu, pada 13 Oktober, Rupiah juga melemah 7 poin ke Rp16.560 per dolar AS.
Perbedaan drastis dalam prediksi IHSG antara 14 Oktober (diprediksi positif) dan 16 Oktober (diprediksi lebih rendah) menunjukkan volatilitas tinggi di pasar saham Indonesia. ****
Editor : Dharaka R. Perdana