Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

IHSG Menguat Tajam ke Level 8.239 di Awal Pekan, Sinyal Positif Ekonomi Akhir 2025?

Iqbal Pangestu • Senin, 3 November 2025 | 18:10 WIB

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam pada perdagangan awal pekan, Senin, 3 November 2025.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam pada perdagangan awal pekan, Senin, 3 November 2025.

RADAR TULUNGAGUNG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan ini, Senin, 3 November 2025, dengan performa yang sangat memuaskan, dibuka di posisi 8.208,030.

Indeks melesat kencang di awal perdagangan pagi hari, sempat dibuka menguat 0,54 persen atau naik 44,15 poin.

Mengacu data yang terekam hingga pukul 09.15 WIB, IHSG tercatat mengalami penguatan signifikan sebesar 75,218 poin.

Kenaikan ini setara dengan 0,92 persen, membawa indeks parkir sementara di level 8.239,093.

Penguatan tajam ini mendorong IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di angka 8.256,486.

Selain itu, indeks sempat melesat kencang dan menyentuh 8.233,18, yang menandakan kenaikan 0,8 persen dari penutupan akhir pekan lalu.

Baca Juga: Level Terendah Sejak 2022, The FED Pangkas Suku Bunga Acuan Hingga 4 Persen, IHSG Naik 0,55 Persen pada Kamis Ini

Riset harian dari Samuel Sekuritas memprediksi penguatan ini didorong oleh sentimen positif dari pasar regional dan AS.

Pasar saham AS sebelumnya ditutup menguat di tengah isu perang dagang AS dan Tiongkok yang mulai mereda pada Jumat, 31 Oktober 2025.

Indeks Dow Jones AS naik 0,09 persen, S&P 500 meningkat 0,26 persen, dan Nasdaq melesat 0,61 persen pada penutupan pekan lalu.

Sementara itu, bursa Asia menunjukkan pergerakan beragam pada Jumat sebelumnya, dengan Kospi menguat 0,50 persen dan Nikkei menguat 2,12 persen.

Sebaliknya, indeks Hang Seng tercatat turun 1,43 persen dan Shanghai merosot 0,81 persen pada penutupan pekan lalu.

Pada Senin pagi ini, 3 November 2025, indeks Kospi juga tercatat menguat 0,62 persen, meskipun Nikkei tidak diperdagangkan.

Pada penutupan perdagangan Jumat kemarin, 31 Oktober 2025, IHSG sempat ditutup melemah 0,25 persen ke level 8.163,9.

Meskipun ditutup melemah, investor asing mencatatkan net buy secara keseluruhan senilai Rp1,13 triliun.

Kinerja cemerlang pagi ini ditopang oleh mayoritas saham emiten yang bergerak di zona hijau saat perdagangan dibuka.

Tercatat sebanyak 297 saham emiten menguat hingga pukul 09.15 WIB, sementara 248 saham lainnya melemah.

Berdasarkan data CNBC Indonesia, tercatat 322 saham naik di awal perdagangan, 157 saham turun, dan 472 saham tidak bergerak.

Baca Juga: MSCI Ubah Metodologi Indeks, Tekanan Jual Saham Besar Bikin IHSG Anjlok 1,87 Persen

Sementara itu, 150 saham tercatat stagnan dalam data RTI yang terekam pada pukul 09.15 WIB.

Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp738,4 miliar pada perdagangan awal, melibatkan 855,5 juta saham dalam 89.270 kali transaksi.

Namun, mengacu pada data yang terekam hingga 09.15 WIB, total transaksi sudah mencapai Rp2,483 triliun.

Total saham yang diperdagangkan hingga pukul 09.15 WIB mencapai 2,404 miliar saham.

Adapun kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp15.040 triliun, dengan frekuensi transaksi mencapai 310.731 kali.

Meskipun dibuka kuat, Samuel Sekuritas memprediksi IHSG berpotensi melemah sepanjang November, merujuk pada rekam jejak historis.

Pada tahun 2017 dan 2021, IHSG yang mencatatkan kenaikan serupa dari Juli ke Oktober mengalami penurunan di bulan November.

Penurunan historis di November tersebut mencapai 0,89 persen pada 2017 dan 0,87 persen pada 2021.

Namun, penurunan ini biasanya diikuti oleh penguatan signifikan di bulan Desember, menyambut fenomena window dressing.

Penguatan di Desember yang terjadi pada tahun-tahun tersebut berkisar 6,78 persen pada 2017 dan 0,73 persen pada 2021.

Pelaku pasar kini mencermati sederet rilis data ekonomi penting yang akan datang, baik dari luar maupun dalam negeri, memasuki pekan pertama November.

Dari domestik, fokus utama tertuju pada rilis inflasi Oktober, PMI manufaktur, dan neraca dagang.

Selain itu, perhatian besar tertuju pada data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu, 5 November 2025.

Rangkaian data tersebut akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah pemulihan ekonomi nasional menjelang akhir tahun.

Data ini juga akan menjadi acuan bagi Bank Indonesia (BI) dalam menentukan langkah kebijakan moneter pada sisa tahun 2025.

Editor : Dharaka R. Perdana
#ihsg #pasar saham #investasi #ekonomi