RADAR TULUNGAGUNG – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan target yang jauh lebih ambisius membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia menembus 8 persen dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan.
Hal itu disampaikan dalam forum bisnis yang dihadiri pelaku industri dan analis ekonomi.
Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa momentum pertumbuhan yang telah terbentuk perlu dijaga dan diperkuat.
“Pertumbuhan harus tetap dijaga. Kita ingin bergerak lebih cepat, bukan stagnan,” ujar Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Bedah Mesin Pertumbuhan dari Era Pemerintah Sebelumnya
Dalam penjelasannya, ia membedah perjalanan mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pada era Presiden SBY, mesin ekonomi didominasi sektor swasta.
Sementara pada era Presiden Jokowi, mesin pemerintah lewat belanja negara menjadi penggerak utama.
“Masing-masing punya kelebihan. Kalau dua mesin ini digabung, angka 6 persen itu tidak sulit,” katanya.
Oleh karena itu, ia melihat kombinasi peran swasta dan pemerintah sebagai strategi kunci menuju pertumbuhan jangka panjang yang lebih tinggi.
Menuju 8 Persen: Perbaikan Iklim Investasi Jadi Strategi Utama
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa target 8 persen bukan sekadar mimpi.
Ia menilai peluang itu terbuka lebar jika hambatan investasi dapat dikurangi.
Pemerintah tengah memetakan masalah yang membuat perusahaan lokal sulit berkembang, terutama hambatan sektor riil.
Menurutnya, perbaikan iklim investasi mencakup kepastian regulasi, stabilitas makro, percepatan teknologi, dan peningkatan kualitas tenaga kerja.
“Kalau investor melihat Indonesia ramah bisnis, investasi akan mengalir. Ini yang akan mendorong pertumbuhan,” jelasnya.
Belajar dari Bloomberg hingga BusinessWeek
Yang menarik, ia juga menekankan pentingnya mendengarkan masukan dari lembaga internasional.
Ia menilai analisis pihak luar dapat menjadi bahan evaluasi strategis yang penting bagi pemerintah.
“Saya ingin kita makin pintar memahami dunia bisnis dan teknologi,” kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Menurutnya, ekonomi yang adaptif akan lebih siap menghadapi perubahan global yang cepat.
Lindungi Pasar Domestik dari Dominasi Asing
Selain investasi, ia kembali mengingatkan pentingnya menjaga pasar domestik dari dominasi produk asing, terutama barang ilegal.
Dengan kontribusi permintaan domestik mencapai 90 persen dari total ekonomi, ia menilai dominasi produk asing dapat menggerogoti kemampuan produsen lokal.
“Kalau pasar kita dikuasai asing, keuntungan banyak lari ke luar negeri,” tegasnya.
Pemerintah pun menyiapkan langkah untuk menghapus hambatan industri dan memperkuat daya saing produsen lokal.
Risiko Tinggi Bukan Halangan
Ia juga menyinggung risiko target tinggi yang ia tetapkan.
Dengan sedikit candaan, ia mengatakan siap “dipecat” jika target tidak tercapai.
Namun ia menilai tantangan seperti itu justru menjadi motivasi.
“Kalau tidak ada challenge, mending saya di rumah saja,” ucap Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang disambut tawa peserta forum.
Optimisme untuk Masa Depan Ekonomi RI
Meski target ambisius, ia yakin dengan kerja keras, strategi yang tepat, dan koordinasi antarinstansi, angka 8 persen tidak mustahil dicapai.
“Tahun ketiga dan keempat pasti sudah terlihat jalannya,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan optimisme.
“Yang penting kita kompak dan bergerak cepat. Ekonomi Indonesia pasti bisa lebih maju,” ujarnya.***
Editor : Vidya Sajar Fitri