Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

BRI Buka Peluang Dividen Lebih Besar 2025, RUPS 10 April 2026 Jadi Penentu Payout Ratio Saham Bank BRI

Ayu Dhea Cheryl • Kamis, 5 Maret 2026 | 12:30 WIB

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk membuka peluang peningkatan rasio pembagian dividen untuk tahun buku 2025. Keputusan final akan ditetapkan dalam RUPS pada 10 April 2026.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk membuka peluang peningkatan rasio pembagian dividen untuk tahun buku 2025. Keputusan final akan ditetapkan dalam RUPS pada 10 April 2026.

Dividen BRI berpotensi meningkat untuk tahun buku 2025. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) membuka peluang menaikkan rasio pembagian dividen atau payout ratio kepada pemegang saham. Kepastian mengenai dividen BRI tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 10 April 2026 mendatang.

Rencana peningkatan dividen BRI ini menjadi perhatian investor pasar modal. Mengingat selama ini saham bank pelat merah tersebut dikenal konsisten membagikan dividen dengan rasio tinggi kepada pemegang saham.

Dalam keterangan resmi perseroan, manajemen menyebutkan bahwa keputusan final mengenai besaran dividen akan mempertimbangkan sejumlah faktor strategis, termasuk kondisi permodalan perusahaan serta rencana ekspansi bisnis ke depan.

Baca juga:RUPS BRI Digelar April 2026

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dengan kode saham BBRI menjadwalkan pelaksanaan RUPS pada 10 April 2026. Agenda rapat tersebut akan membahas sejumlah keputusan penting, termasuk penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025.

Pemanggilan rapat kepada para pemegang saham akan dilakukan pada 13 Maret 2026 melalui situs resmi perseroan, Bursa Efek Indonesia (BEI), serta Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Dalam mekanisme tersebut, pemegang saham yang memiliki minimal 1/20 dari total saham dengan hak suara berhak mengusulkan agenda rapat tambahan. Usulan tersebut harus disampaikan secara tertulis kepada direksi paling lambat 6 Maret 2026.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa kebijakan dividen akan dirumuskan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan ekspansi dan kepentingan pemegang saham.

“Kebijakan pembagian dividen akan mempertimbangkan struktur permodalan, rasio kecukupan modal, serta rencana pertumbuhan jangka panjang perusahaan,” ujar Hery.

Baca juga:Permodalan BRI Dinilai Sangat Kuat

Manajemen menilai kondisi permodalan BRI saat ini berada pada level yang sangat sehat. Hal tersebut tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang mencapai sekitar 23,52 persen.

Angka tersebut jauh melampaui batas minimum yang ditetapkan oleh regulator perbankan di Indonesia. Dengan kondisi modal yang kuat, perseroan memiliki fleksibilitas untuk menentukan kebijakan dividen yang lebih agresif.

Posisi permodalan yang solid juga memberikan ruang bagi BRI untuk tetap melakukan ekspansi kredit serta pengembangan bisnis, tanpa mengganggu stabilitas keuangan perusahaan.

Dengan kata lain, perseroan memiliki kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara pembagian dividen dan kebutuhan investasi jangka panjang.

Baca juga:Potensi Payout Ratio Lebih Tinggi

Selama beberapa tahun terakhir, BRI dikenal sebagai salah satu emiten dengan dividend yield menarik di Bursa Efek Indonesia. Konsistensi pembagian dividen menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor, terutama investor ritel dan institusi.

Jika payout ratio benar-benar dinaikkan, maka potensi dividen yang diterima investor bisa lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.

Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya perseroan untuk meningkatkan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.

Selain itu, pembagian dividen yang menarik juga dapat meningkatkan minat investor terhadap saham BBRI, sekaligus memperkuat posisi BRI sebagai salah satu saham unggulan di sektor perbankan nasional.

Baca juga:Aksi Korporasi Emiten Lain

Selain BRI, sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia juga tengah menyiapkan aksi korporasi untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Salah satunya adalah PT Harta Jaya Karya Tbk (MEJA) yang berencana membagikan saham bonus kepada para pemegang saham.

Perseroan akan menerbitkan sekitar 1,7 miliar saham baru dengan rasio pembagian 10 saham lama mendapatkan 8 saham bonus. Nilai total saham bonus tersebut mencapai sekitar Rp35,7 miliar.

Saham bonus ini berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham hasil penawaran umum perdana (IPO) yang dilakukan pada 2024 lalu.

Manajemen MEJA menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan memperkuat struktur permodalan perusahaan sekaligus meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.

Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 8 April 2026.

Adapun periode perdagangan dengan hak atas saham bonus atau cum bonus di pasar reguler ditetapkan pada 16 April 2026.

Jika seluruh proses berjalan sesuai jadwal, distribusi saham bonus kepada para pemegang saham akan dilakukan pada 8 Mei 2026.

Langkah-langkah korporasi ini menunjukkan bahwa emiten di pasar modal Indonesia terus berupaya meningkatkan nilai bagi investor sekaligus menjaga daya tarik saham di tengah dinamika pasar global.

Editor : Ayu Dhea Cheryl
#bank rakyat indonesia #RUPS BRI 2026 #saham BBRI #Dividen BRI #payout ratio BRI