Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Strategi Investor Saat IHSG Turun: Simpan Cash dan Hindari Saham Downtrend Agar Tidak Terjebak Kerugian

Manda Dwi Agustin • Senin, 9 Maret 2026 | 11:18 WIB

Strategi investor saat IHSG turun: simpan cash, hindari saham downtrend dan manfaatkan average down agar peluang cuan tetap terbuka.
Strategi investor saat IHSG turun: simpan cash, hindari saham downtrend dan manfaatkan average down agar peluang cuan tetap terbuka.

RADAR TULUNGAGUNG – Kondisi IHSG turun dalam beberapa pekan terakhir membuat banyak investor ritel mulai mencari strategi untuk bertahan di pasar saham.

Dalam situasi seperti ini, manajemen risiko menjadi faktor yang sangat penting.

Ketika IHSG turun, banyak saham ikut terkoreksi sehingga nilai portofolio investor ikut mengalami penurunan.

Namun, analis pasar menilai kondisi ini sebenarnya bisa menjadi peluang jika investor memiliki strategi yang tepat.

Salah satu strategi yang disarankan saat IHSG turun adalah menyimpan sebagian dana dalam bentuk cash.

Dengan cara ini, investor tetap memiliki likuiditas untuk memanfaatkan peluang ketika pasar mulai pulih.

Baca Juga: Rekomendasi Saham Terbaru Maret 2026: Strategi Candle Hammer dan Dividen Besar dari STS Rekomendasi

Hindari Saham Downtrend

Investor juga disarankan untuk menghindari saham yang berada dalam tren turun atau downtrend.

Saham dengan tren seperti ini biasanya memiliki kecenderungan terus membuat harga terendah baru.

Hal ini bisa membuat investor terjebak dalam kerugian yang semakin dalam jika tidak segera mengambil langkah.

Karena itu, investor sebaiknya fokus pada saham yang masih berada dalam tren naik atau sideways.

Saham dengan kondisi tersebut biasanya memiliki support yang lebih kuat sehingga risiko penurunan lebih terbatas.

Gunakan Strategi Average Down

Strategi lain yang bisa digunakan saat pasar turun adalah average down. Strategi ini dilakukan dengan membeli saham yang sama pada harga yang lebih rendah untuk menurunkan harga rata-rata pembelian.

Misalnya, jika investor membeli saham pada harga 1.000 dan harga turun menjadi 500, maka pembelian tambahan pada harga 500 akan menurunkan harga rata-rata pembelian.

Dengan cara ini, ketika harga saham kembali naik, potensi keuntungan bisa didapat lebih cepat.

Namun, strategi ini hanya disarankan untuk saham yang memiliki fundamental baik.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Saham Pekan Ini 9–13 Maret 2026, Ada Adaro hingga Bank Mandiri yang Dinilai Masih Kuat

Jangan Gunakan Seluruh Dana

Kesalahan yang sering dilakukan investor ritel adalah menggunakan seluruh dana untuk membeli saham sekaligus.

Padahal, pasar saham memiliki siklus yang tidak bisa diprediksi secara pasti.

Karena itu, menyimpan sebagian dana sebagai cadangan sangat penting agar investor memiliki fleksibilitas dalam menghadapi pergerakan pasar.

Strategi ini juga membantu investor mengurangi tekanan psikologis ketika pasar sedang mengalami koreksi.

Baca Juga: IHSG Turun 4,57 Persen Bikin Investor Panik, Analisis Viral Soroti Risiko Jebol Support, Begini Penjelasan Resmi TASPEN Soal Kenaikan Pensiun

Pasar Saham Selalu Bergerak dalam Siklus

Analis menegaskan bahwa penurunan pasar saham bukanlah kondisi permanen.

Setiap fase penurunan biasanya akan diikuti oleh fase kenaikan yang memberikan peluang keuntungan bagi investor yang mampu bertahan.

Karena itu, fokus utama investor bukan hanya mencari keuntungan besar, tetapi juga menjaga agar kerugian tetap kecil ketika pasar sedang tidak bersahabat.

Dengan strategi yang tepat, investor tetap bisa memanfaatkan peluang di pasar saham meskipun kondisi IHSG turun.

 

 

Editor : Manda Dwi Agustin
#ihsg #pasar saham #Saham 2026