Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cerita Kakak Adik Moncer di Lomba Robotik, Pelajar Asal Blitar yang Raih Juara 1 Robotik Soccer di Singapura

Fajar Ali Wardana • Sabtu, 11 November 2023 | 00:00 WIB
DAFFA ASAHI HEA: Pelajar asal Blitar yang raih juara 1 Robotik Soccer di Singapura.
DAFFA ASAHI HEA: Pelajar asal Blitar yang raih juara 1 Robotik Soccer di Singapura.

BLITAR-Daffa Asahi Hea dan Dafi Atha Hea merupakan kakak-adik asal Desa/Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, merupakan wilayah ujung timur Kabupaten Blitar. Meskipun tergolong daerah yang termasuk pinggiran. Ternyata mampu unjuk gigi dan bersaing merakit dan memainkan robot melawan pelajar lain lomba robotik se-Asia Tenggara untuk lomba Soccer IoT.

Daffa sapaan akrabnya, berhasil meraih juara 1 gol dan poin terbanyak untuk kategori Soccer IoT 1 kilo gram (kg) kategori SMA sederajat. Dia merupakan siswa berprestasi dari MAN 1 Kabupaten Blitar. Sedangkan sang adik, meraih juara 1 Soccer IoT 500 gram, kategori SD sederajat, yang bersekolah di MIN 3 Wates.

“Saya awalnya hanya ingin menemani adik yang ikut lomba. Namun dari pada hanya menemani, saya juga ikut lomba robotik. Saya hanya melakukan persiapan selama 3 minggu saja. Setelah itu, langsung berangkat ke Singapura untuk ikut lomba Soccer IoT,” ujar Daffa.

Saat kompetisi, Daffa berhasil mengalahkan pemain dari Singapura, Malaysia, Thailand dan Pakistan. Meskipun begitu, dia sebenarnya tidak percaya diri, lantaran tampilan robot rakitannya tidak sebagus punya para lawan. Namun dia bisa unggul dalam jumlah memasukkan gol dan poin yang diperoleh dalam perlombaaan itu.

Tekni lomba robotic yang diikuti oleh Daffa ini memang merebutkan banyaknya gol dan poin. Karena dia berkompetisi dalam lomba robotik yang khusus untuk sepak bola. Sehingga lawannya juga memainkan robot untuk mencetak gol.

“Paling sulit dalam perlombaan ini, mengatur strategi agar dapat mencetak gol, tidak kebobolan dan mendapatkan banyak poin. Jadi berpikirnya harus cepat,” tuturnya.

Menurut dia, lawan paling berat justru datang dari pelajar sesama Tanah Air. Bahkan pada babak final, Daffa bertemu pelajar dari Jakarta, untung saja dia bisa unggul jumlah gol 3 – 1.

Maka dari itu, butuh jam terbang yang tinggi untuk bisa mahir dalam mengoperasikan robot soccer ini. Lantaran, dapat diopersikan memakai joystick dan ponsel, namun jika tidak hafal tombolnya yang bisa saja fatal.

Daffa sendiri merupakan alumni siswa MIN 3 Wates yang mulai tertarik mengotak-atik robot sejak kelas 3 MI. Setelah sempat vakum selama duduk di bangku MTs, sampai bertemu lagi dengan seorang guru yang punya kegemaran sama ketika masuk jenjang pendidikan MIN. Bahkan dia baru mengikuti kejuaraan lomba robotik kemarin ini.

Laki-laki berumur 16 tahun ini memang ikut kompetisi robotic bersama tim MIN 3 Wates. Sehingga Daffa dipinjami robot oleh pelatih dari MIN untuk dapat ikut perlombaan robotik ini. Syukurnya meskipun sempat vakum selama MTs, ilmu robotik dari Daffa masih ada dan bisa meraih juara 1 dalam lomba ini.

“Kalau adik saya persiapannya sudah 3 bulan. Karena adik sempat ikut kejuaraan nasional (Kejurnas) robotic di Kota Malang dan menjadi juara 2 dalam ajang itu. Sehingga adik dapat ikut berkompetisi di Singapura,” ungkapnya.

Meskipun begitu, Daffa tidak menularkan atau mengarahkan ilmu kepada sang adik. Dafi berinisiatif untuk ikut ekstrakurikuler robotik, hingga mengikuti perlombaan dan bisa sampai juara internasional.

Lantaran sebelumnya, Daffa fokus di olahraga tenis meja dan menjadi atlit di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) beberapa minggu yang lalu mewakili Kabupaten Blitar.

Daffa menceritakan tertarik dengan robotik karena saat di MIN 3 Wates terdapat ekstrakurikulernya dan peminatnya cukup banyak. Setelah itu dia ikut, dan ternyata melakoninya cukup gampang hingga menekuninya sampai lulus MIN.

Usai kompetisi robotik ini, Daffa akan fokus dengan kedua bidang yakni olahraga dan robotik. Masih ingin menjadi atlit tenis mejadi dan kedepannya juga akan diikutkan lomba yang sama oleh MAN 1 Blitar, untuk mempertahankan prestasinya.(jar/din)

 

Editor : Doni Setiawan
#Soccer IoT #lomba robotik #blitar #pelajar berprestasi