TULUNGAGUNG - Gagal di bangku perkuliahan tidak menjamin gagalnya kehidupan di masa mendatang.
Hal itulah yang hingga saat ini diperjuangkan oleh Sheta Anom pria asal Desa Geger Kecamatan Sendang, Tulungagung.
Pria berusia 23 tahun ini, berhasil menekuni dunia digital marketing dan dapat menjual produk hingga skala Nasional.
Siapa sangka tanpa memiliki sebuah produk, Sheta Anom dapat berjualan di berbagai market secara online.
Kegagalan di bangku perkuliahan menjadi mimpi buruk bagi pemuda asal Desa Geger Kecamatan Sendang, Tulungagung.
Bagaimana tidak, kondisi masyarakat yang begitu kental akan kultur dan budaya serta keluarga yang berpendidikan membuatnya malu ketika gagal di perkuliahannya.
Tentu ketidakpastian di masa depan menjadi satu-satunya mimpi buruk dari kejadian itu.
“Ya dulu sempat gagal waktu kuliah di tahun 2017. Banyak mata kuliah yang tidak lulus, akhirnya memilih untuk berhenti sekalian,” jelas Sheta Anom, Rabu (27/12/2023).
Banyaknya waktu senggang, membuatnya menekuni dunia digital marketing. Disinilah awal mula petualangan baru di dunia bisnis dari pemuda berusia 23 tahun ini dimulai.
Bermodal jaringan internet atau wifi, dia mengganyang segala ilmu marketing melalui video di platform digital.
Setelah menonton video edukasi tersebut, sedikit banyak ia menulis route map atau peta jalan dari berjalannya sistem marketing.
“Banyak kok video-video informatif dan edukasi soal marketing di you tube. Tinggal bijak aja mau belajar yang mana,” ucapnya.
Pemahamannya perihal marketing pun semakin lama semakin berkembang. Namun timbulah pertanyaan, apa yang akan ia jual ketika telah memahami sistem marketing.
Pada kekalutan tersebut ia memilih untuk berhenti sejenak sembari menikmati kopi di salah satu warung kopi di Kota Cethe ini.
Tak sendiri, datanglah teman masa sekolahnya dan bergabung untuk menikmati kopi.
Tanpa sengaja, temannya mengeluh penjualan produksi kemeja milik rekannya ini lagi sepi pembeli.
Seakan tersengat listrik, pria yang akrab disapa Sheta ini langsung menyiasati keluhan temannya dengan menawari sistem marketing yang ia miliki.
“Ya hitung-hitung sambil membantu teman. Akhirnya teman saya itu setuju untuk dan langsung bekerja sama,” paparnya.
Tak butuh waktu lama, kemeja-kemeja produksi rekannya pun ludes dengan sistem penjualan digital marketing milik Sheta.
Bahkan kini tingkat penjualan semakin meningkat hingga skala nasional. Tak sedikit pembeli-pembeli dari luar pulau memesan kemeja hasil produksi rekan Sheta tersebut.
Dari pengalaman inilah dia belajar untuk tidak menyerah akan keadaan.
Apapun itu kondisi yang dialami, menurutnya pasti akan ada jalan keluar. Masalah masa depan, sudah diatur yang maha kuasa.
Kini penjualannya dapat mencapai 100 kemeja perharinya.
“Kita hanya menjalankan sebaik mungkin semaksimal mungkin, masalah hasil sudah ada yang menentukan. Ya asal jangan menyerah saja,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra